Thursday, September 20, 2018

The Biggest Bookstore in Kuala Lumpur


Traveling to another city or country always bring the best out of me, I enjoy having strangers around me, especially travelers from another side of the world, but I also enjoy local culture and always eager to experience local lifestyle. One thing about local lifestyle is their bookstore. I wonder what kind of bookstore people visit, what kind of book they read, at least it will be showed by the collection at the store. So the last time my company went to Kuala Lumpur, I looked into it before I flew there, and I found a video created by world economic forum, describing a new bookstore in Kuala Lumpur and they claimed it as the Nation’s biggest bookstore. If you are a booklovers, you must know how excited I was to go there, right?

BookXcess is the name of the bookstore, and apparently it was not entirely new kind of bookstore in Kuala Lumpur, because they already have several store around the city, some of them are in the shopping center, but the one I went to was special, because of the few things below:

Friday, May 4, 2018

[Review] The Daniel Dilemma by Chris Hodges


Title: The Daniel Dilemma
Author: Chris Hodges
Publisher: Thomas Nelson
Published: October 17th 2017
Page: 288p
ISBN: 9780718091538

Daniel adalah salah satu orang Yahudi yang ditangkap oleh Raja Nebuchadnezzar, ketika ia mengalahkan Yerusalem, dibawah pemerintahan Raja Yoyakim. Sebagai keturunan Raja Yahudi, Daniel dinilai cakap dan tidak bercela, sehingga Ia dibawa untuk menjadi tahanan yang melayani Raja. Melayani Raja menuntut full submission, mengorbankan nilai-nilai pribadinya, Ia diwajibkan untuk mengikuti budaya orang Babel pada saat itu, dan menyembah Raja seperti layaknya Dewa. Daniel menunjukkan kualitas pengetahuan dan karakter yang outstanding melebihi generasi dimasanya, sehingga Ia mendapat kedudukan dalam pemerintahan Raja, bahkan Ia melayani sampai beberapa penerus Raja Nebuchadnezzar. Namun perjalanan hidup di Babel tidak mudah. Banyak hal yang dititahkan oleh Raja bertentangan dengan prinsip hidup Daniel, sehingga Ia pun tidak segan-segan menolak titah Raja, atau tetap melakukan hal-hal yang dilarang oleh Raja. Hal ini membawanya menjalani salah satu hukuman paling terkenal, bahkan anak-anak sekolah minggu pun tahu betul kisah ketika Daniel dilemparkan ke dalam kandang singa lapar.

Monday, April 23, 2018

[Review] Laut Bercerita by Leila S. Chudori


Title: Laut Bercerita
Author: Leila S. Chudori
Publisher: Kepustakaan Populer Gramedia
Published: October 23rd 2017
Pages: 389p
ISBN: 9786024246945

“…itulah sebabnya kita dilahirkan sebagai orang Indonesia.
…bahwa kita harus selalu mencoba berbuat sesuatu, menyalakan sesuatu, sekecil apapun dalam kegelapan di negeri ini.” 

Laut memulai cerita dari akhir kisah, menggambarkan perasaannya dan semua pikiran yang muncul diakhir kisah itu. Bapak dan Ibunya, adik kesayangannya, sahabat-sahabatnya dan kekasihnya yang mungil – apakah mereka semua sedang bertanya tentang keberadaan dirinya, sementara ia mengapung dan perlahan tenggelam. Laut bercerita tentang kisah negeri ini, suatu masa yang kelam, Indonesia lama yang didominasi oleh penguasa keji yang membatasi kebebasan berpendapat dan menindas yang lemah. Dipermukaan, rezim itu tampaknya tenang, namun berapa banyak orang yang harus membayar ketenangan itu.

Adalah Laut, Biru Laut, nama lengkapnya. Ia seorang mahasiswa di Yogya yang sejak kecil melahap buku-buku sastra, menikmati diksi dan mempertanyakan pemikiran tokoh dan penulis. Ia seorang yang hemat dalam kata tapi tajam menuangkannya lewat tulisan. Walaupun berasal dari Solo, keluarga Laut tinggal di Ciputat, Jakarta. Tapi Laut memilih Yogya, karena katanya disana banyak anak muda Indonesia yang berkumpul di UGM dan mengutarakan ide-ide besar. Laut memang menyukai kata-kata besar, seperti revolusi dan anak bangsa. Memang begitulah adanya Yogya kala itu. Laut bertemu dengan Alex-pria asal Flores yang gemar fotografi dan memotret objeknya dengan mata penuh rasa, Daniel-pria klimis asal Manado yang rewel tapi disukai banyak wanita yang belum mengenalnya, Kinan-perempuan yang pendapatnya didengarkan oleh mereka semua, Gala-disebut sebagai sang penyair karena kepiawainnya dalam menyusun kata-kata indah, Bram-kutu buku yang sejak awal sudah dianggap sebagai pemimpin besar oleh mereka yang berkawan, dan Anjani-pelukis mungil yang menarik hati Laut. Mereka inilah yang dituturkan kisahnya oleh Laut, dimulai dari sebuah rumah hantu Seyegan.

Saturday, December 30, 2017

[Review] The Christmas Shoes

Title: The Christmas Shoes
Author: Donna VanLiere
Publisher: ST. Martin’s Press
Published: November 9th 2001
Page: 132p
ISBN: 0-312-28951-0

“If we’re open to it, God can use even the smallest thing to change our lives…to change us.  It might be a laughing child, car brakes that need fixing, a sale on pot roast, a cloudless sky, a trip to the woods to cut down a Christmas tree, a schoolteacher, a Dunhill Billiard pipe….or even a pair of shoes.
Some people will never believe. They may feel that such things are too trivial, too simple, or too insignificant to forever change a life.
But I believe. And I always will”

I was asking about Christmas Reading on late November and a friend mentioned about this book. I bought it online and hoped for it to come before Christmas, but it was late. I got it on December 29th, the Christmas had passed. But I read it anyway; it took only couple of hour to finish it. I can tell that I could reread this book every Christmas, because it leads me back to the quintessence of Christmas. It was so simple, yet powerful enough to help me recall the meaning of Christmas and to cherish every person that God gives in my life.

It was about a successful lawyer, Robert Layton, and an eight year old kid, Nathan. Robert had pretty much provides everything his family needs: luxury car, big fancy house, and stuff for his wife and toys for his children. But none of it makes them happier. His life was about work, career and achievement. He was about to lose his wife when he met Nathan on Christmas Eve.

Friday, October 27, 2017

[Review] Origin by Dan Brown

Title: Origin
Author: Dan Brown
Publisher: Doubleday Books
Published: October 3rd, 2017
Page: 461 pages
ISBN: 9780385514231

Hello Robert Langdon, we meet again, nice to see your Mickey Mouse watch again J

Memenuhi undangan salah satu murid terbaik, sekaligus sahabatnya - Edmond Kirsch - Robert Langdong hadir di Museum Guggenheim, Bilbao Spanyol, bersama beberapa undangan lainnya. Dan Brown dengan gaya khasnya menuntun pembaca mengenali salah satu museum dengan bentuk yang sangat menarik itu, mulai dari cara berbagai karya seni ditampilkan, sampai tour guide yang berupa Artificial Intelligent, bernama Winston. Winston berespon layaknya manusia yang menggunakan headset dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Langdon dengan sangat humanis. Winston pun bisa melakukan pekerjaan sehari-hari seperti membayar listrik, pemesanan tiket pesawat, akomodasi untuk Langdon, dan apa saja yang diperintahkan oleh tuannya, Edmond Kirsch. Inilah pertemuan pertama Langdon dan Winston yang nantinya akan mengambil peran sangat besar dalam petualangan Langdon. Tujuan pertemuan hari itu untuk mendengarkan hasil penelitian Kirsch yang akan menjawab dua pertanyaan besar manusia,

where do we come from?
where are we going?

Edmond Kirsch adalah seorang futurist dan computer geek yang terkenal dengan temuan-temuan kontroversial, konon memprediksi beberapa hal yang seiring berjalannya waktu terbukti kebenarannya. Membaca gambaran tentang Kirsch, memunculkan nama-nama besar seperti Elon Musk, Steve Jobs dan Jeff Bezos yang ditambah dengan bumbu karakter eksentrik, kecintaan pada seni, dan rasa penasaran berlebih tentang keberadaan Tuhan. Tipikal scientist yang ingin membuktikan Darwin lebih benar dari pada segala hal yang tertulis dalam kitab suci. Selain berbicara langsung pada tamu yang hadir di Guggenheim, Kirsch pun menyiarkan temuannya ke seluruh dunia melalui live streaming yang tentu saja dibantu oleh Winston. Kirsch ingin memaksimalkan efek dari setiap kata-katanya, yang disebutnya mampu menggoyahkan landasan kepercayaan agama apapun. Namun belum juga sampai pada inti jawaban yang ditunggu-tunggu, Kirsch ditembak oleh Admiral Avila, yang namanya didaftarkan paling akhir oleh Ambra Vidal, direktur Museum Guggenheim, penyelenggara acara, sekaligus tunangan dari Pangeran Spanyol, Julian.

Wednesday, May 17, 2017

[Review] Moloka'i by Alan Brennert

Title: Moloka’i
Author: Alan Brennert
Publisher: ST. Martin’s Griffin
Published: October 4th 2004
Page: 405
ISBN: 9780312304355

First of all I want to address the author, nice to meet you Mr. Alan Brennert! This is our first meeting and I can say that you’ve done an amazing job. I smile and weep several times during my reading, especially when the main character coped with grief and loss or when she expressed courage during difficult times.

Kisah ini dimulai tahun 1891 saat karakter utama, Rachel Kalama, berusia tujuh tahun. Rachel tinggal bersama keluarganya di Honolulu, Hawaii. Ayahnya, Henry Kalama, adalah seorang pelaut yang sering berpergian dan pulang ke rumah dengan berbagai hadiah untuk seluruh keluarga, Rachel adalah anak kesayangannya. Ibunya, Dorothy Kalama, adalah tipikal ibu rumah tangga yang hidupnya taat pada ajaran agamanya. Keluarga yang tampaknya harmonis ini, tiba-tiba terguncang ketika Rachel divonis mengidap Leprosy, penyakit yang saat itu sedang mewabah di Hawaii. Mengidap Leprosy tidak hanya membuat seorang pasien diasingkan ke koloni khusus di Kalaupapa, pulau yang terpencil bernama Moloka’i, tetapi juga berakibat reputasi keluarga yang buruk, dikucilkan oleh masyarakat dan kerap kali sulit mendapatkan pekerjaan. Leprosy adalah isu utama yang diangkat oleh penulis, isu yang mengeluarkan ketakutan terbesar seorang anak, kecemasan akan masa depan yang tak pasti, kerinduan pelukan ayah dan ibunya yang tak akan pernah terjawab, tetapi Leprosy bukanlah satu-satunya isu yang disentuh oleh penulis. Leprosy adalah wajah kematian yang menjadi latar historical dari novel ini, tetapi isu lainnya seperti kesepian, putus asa, kehilangan, rasa malu akan diri sendiri adalah isu yang sangat relevan dimasa apapun.

Monday, May 1, 2017

[Review] Germinal by Emile Zola

Title: Germinal
Author: Emile Zola
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Published: November 7th 2016 (first published 1885)
Page: 880p
ISBN: 9786020335339

Siapa Zola sebenarnya? Hidup dikomunitas atau lingkungan seperti apa orang ini? Apa saja yang mempengaruhi perspektifnya? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul ketika saya menutup buku ini. Mungkinkah Zola pernah menjadi bagian dari masyarakat pekerja tambang? Jika tidak, berapa lama penelitian yang dia butuhkan untuk menulis kehidupan yang membuat pembaca bisa merasakan layaknya penuturan seseorang yang pernah berada dalam perut bumi?

Cerita ini dituturkan dari sudut pandang Etienne Lantier, mantan operator mesin yang datang ke montsou untuk mencari pekerjaan. Tak menemukan pilihan lainnya, Etienne pun harus menerima profesi sebagai buruh tambang. Turun ke perut bumi, menghirup udara pengap, penuh gas, panas, tanpa cahaya matahari adalah hal lumrah yang harus dihadapi seorang buruh tambang. Sedikit percikan api atau guncangan, bisa memunculkan ledakan dan longsor yang membuat pekerja tambang batubara Le Voreux terkubur hidup-hidup. Tetapi nyawa perlu mereka pertaruhkan demi mendapatkan beberapa sou untuk makan dan melanjutkan hidup - yes ironis. Berbeda dari kebanyakan buruh yang tinggal di montsou, Etienne lebih cerdas dan dengan cepat Ia menyadari kemiskinan yang sedang menggerogoti hidup rekan-rekannya. Ide untuk membuat keadaan menjadi lebih baik mulai terbersit dalam pikiran Etienne, tetapi awalnya ia tidak yakin jika ada yang akan mendukungnya. Namun tak berapa lama, kesempatan untuk memberontak itu pun muncul, ketika perusahaan menerapkan peraturan baru yang membuat pendapatan para buruh semakin berkurang dan hidup mereka semakin melarat. Berawal dari ide-ide sederhana untuk mengajukan tuntutan kepada perusahaan, berkembang menjadi aksi pemogokan kerja dan lebih buruk lagi menjadi demo besar-besaran yang mulai kehilangan akal sehat karena perut yang semakin lama kosong.

Tuesday, April 4, 2017

First Book Review of 2017 : We Should All Be Feminist by Chimamanda Ngozi Adichie

Title: We Should All Be Feminist
Author: Chimamanda Ngozi Adichie
Publisher: Vintage (Kindle Edition)
Published: July 29th 2014
Page: 49p
ISBN: 9781101911761

It is difficult to find a suitable man for you, because you’re too smart” a collogue of mine who happened to be a man said that. Then another day I read an article that critized a fact about being a smart women is a threat to a men. Though I am upset everytime I read or heard anything like that, I never called myself a feminist. Feminist or Feminism is common word for me, but only because it is widely used by some famous people. So was I truly understand the meaning of being a feminist? I was not or at least not until I read this essay. I have few of Adichie’s books on my shelf, but haven’t read it yet, so this was my first encounter with her because I’ve got very cheap ebook on amazon. It was very short and actually was a documented version of 30 minutes TEDx Talk that Adichie delivered two years earlier.

Saturday, December 17, 2016

Markituka Wishlist 2016

Halo..kembali lagi dengan event tukar kado ala blogger buku indonesia (BBI) bagian jabodetabek yang bernama Markituka. Berhubung secret santa BBI absen tahun ini, jadi bajay Jabodetabek inisiatif mengulang kembali Markituka yang sukses diadakan setahun yang lalu. Seperti judulnya, tulisan ini dibuat untuk pamer wishlistku tahun ini, supaya my giver, siapapun dia, punya banyak pilihan kado untukku. 

So, berikut ini adalah buku-buku yang sedang kuinginkan tetapi belum sempat terbeli, dua buku pertama memang sudah lama ada di wishlist goodreads, raden mandasia baru tahu beberapa minggu lalu waktu mengunjungi POST Santa dan sepertinya menarik jadi kumasukkan saja ke-list ini, sedangkan Rumah Kaca kumasukkan dalam wishlist ini hanya untuk melengkapi koleksi Tetralogi Buru saja. 





Untuk urutan kesukaan tentu ada, tapi biarlah my giver yang menentukan pilihan untukku ya. Untuk Raden Mandasia, aku agak kesulitan cari online shop-nya, aku hanya nemu link buku indie itu, tapi bisa juga beli ke POST Santa dengan mengirimkan email ke mereka (info saja ya, in case giver memilih buku ini), mengenai harganya yang dibawah budget yang ditentukan oleh markituka, aku sih gak masalah. So apapun yang diberikan oleh my giver pasti kuterima dengan senang hati J

Thursday, November 17, 2016

[Review] Station Eleven by Emily ST. John Mandel

Title: Station Eleven
Author: Emily ST. John Mandel
Publisher: Vintage
Published: June 2nd 2015
Page: 333p
ISBN: 0804172447 
Bought from Bali Books

First we only want to be seen, but once we’re seen, that’s not enough anymore. After that, we want to be remembered.


Coba lihat sekeliling, lihat orang-orang yang berjalan sambil terpaku pada telepon genggam mereka, lihat warna lampu jalan yang menerangi gelapnya malam, lihat secangkir kopi yang membangkitkan gairah dipagi hari dan sedikit mengusir rasa kantuk dikala siang, lihat kota-kota yang memuntahkan cahaya disaat adzan maghrib mulai berkumandang. Lihat semuanya itu dan bayangkan suatu saat, semua itu tidak ada lagi, hening melayang-layang diudara, lalu tinggalah manusia dan alam ini. Mungkin itu bisa menggambarkan sedikit rasa buku ini, buku yang lambat-lambat saya baca, sedikit suram tapi tetap menjaga tempo pembaca stabil dan terus maju karena penasaran dengan nasib setiap tokoh diakhir cerita.

Wednesday, October 26, 2016

Wishful Wednesday [5]


Hai, blog ini akhirnya memuat Wishful Wednesday lagi untuk yang ke-5 kali, padahal kalau intip blog pembuat WW, sekarang ini sudah lebih dari 200 postingan WW. Kali ini WW muncul lagi di blog ini, karena saya tiba-tiba sangat menginginkan satu buku yang beberapa hari lalu saya temukan di halaman facebook salah satu Astronot NASA yang baru landing di bumi awal maret tahun ini setelah melakukan misi ke international space station sejak tahun 2015, siapa lagi kalau bukan Scott Kelly. Yuk diintip bukunya. 


Inspiring equal parts wonder and wanderlust, Atlas Obscuracelebrates over 600 of the strangest and most curious places in the world.

Here are natural wonders—the dazzling glowworm caves in New Zealand, or a baobob tree in South Africa that’s so large it has a pub inside where 15 people can drink comfortably. Architectural marvels, including the M.C. Escher-like stepwells in India. Mind-boggling events, like the Baby Jumping Festival in Spain, where men dressed as devils literally vault over rows of squirming infants. Not to mention the Great Stalacpipe Organ in Virginia, Turkmenistan’s 45-year hole of fire called the Door of Hell, coffins hanging off a side of a cliff in the Philippines, eccentric bone museums in Italy, or a weather-forecasting invention that was powered by leeches, still on display in Devon, England.

Atlas Obscura revels in the weird, the unexpected, the overlooked, the hidden, and the mysterious. Every page expands our sense of how strange and marvelous the world really is. And with its compelling descriptions, hundreds of photographs, surprising charts, maps for every region of the world, it is a book you can open anywhere.

(synopsis taken from Goodreads)

Sebenarnya Atlas Obscura ini juga sebelumnya sudah ada dalam bentuk website, tapi namanya juga bookish, tetap lebih menarik kalau baca yang berbentuk buku kan?

So, buat yang mau ikutan Wishful Wednesday dan bemimpi tentang buku-buku yang kamu inginkan atau apapun yang berhubungan dengan buku, bisa ikutan yukkk.

Caranya:
  • Silahkan follow blog Books To Share - atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertaan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silahkan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Tuesday, October 4, 2016

[Review] The Storied Life of A.J.Fikry by Gabrielle Zevin

Title: The Storied Life of A.J. Fikry
Author: Gabrielle Zevin
Publisher: Abacus (Kindle Edition)
Published: December 2nd, 2014
Page: 319p

I was losing my reading mood last week when I asked my friend to suggest a book that could bring back my reading lust, and that’s how I met this book. At first, Gevin talked about Amelia Lohan, a woman who works as a new book representative from Knightley Press and was traveling to Alice Island to meet the owner of Island Book, AJ Fikry. I could say that it took only few pages to get me liked this book, the following quote says it all and because it talked about book people.

“Every word the right one and exactly where it should be. That's basically the highest compliment I can give.”

AJ who lived alone since his wife died has no talent of starting good relationship with people around him. So he was mean to Amelia when they met for the first time. He is not a people person and his bitterness makes everything worse. The only friends he has were Lambiase and Ismay. Alice Island is a small neighborhood, so when something unusual happened in the bookstore, the whole town will know, and it happened like that when AJ found a baby left in his bookstore, two years old baby girl who suddenly changed AJ’s life.

Monday, August 1, 2016

Thanksgiving Giveaway [The Winner]


Dear all,

Mohon maaf atas keterlambatan pengumuman ini, karena ternyata saya tidak sempat buka laptop di hari ulang tahun saya kemaren. Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah berpartisipasi di giveaway ini, dari 40 comments yang masuk, saya cek ada satu comment yang double, sehingga total comment yang benar adalah 39 comments, artinya 39 peserta giveaway. Dan menurut Mr. Random, kali ini yang beruntung mendapatkan 1 eks buku Harry Potter and the Cursed Child yang baru saja terbit kemaren adalah….

Dan nomor 14 untuk belongs to


Selamat ya Dion Yulianto

Email konfirmasi akan segera dikirim dan ditunggu balasannya 1x24 jam sejak pengumuman pemenang ini terbit. 

Sampai ketemu di Giveaway berikutnya. Have a great life teman-teman :)

Wednesday, July 27, 2016

Thanksgiving Giveaway


Halo Kawan!

Tidak terasa blog ini sudah berusia enam tahun, memang awalnya tidak berhubungan dengan buku, tetapi setahun sejak hari lahirnya, saya pun mengubahnya menjadi blog buku, thanks to teman-teman blogger buku lainnya yang meng-encourage perubahan itu. Selama enam tahun, meskipun bolong-bolong, saya terus menuliskan review buku yang kadang detail karena punya banyak waktu untuk research, kadang dan kebanyakan sangat dangkal karena hanya sekedar mengungkapkan kesan yang teringat saat membaca. At least, saya cukup konsisten dan menikmati proses selama lima tahun ini menekuni book blogger.

Lalu sebentar lagi, yes sebentar lagi, dalam hitungan hari, ya seperti kata Rowling I was born when the seventh month dies, I am going to turn 30, and yes a lot things to be grateful for 30 years of my life. Jadi, untuk berbagi rasa syukur itu, saya akan membagikan buku yang sebentar lagi akan release diakhir bulan ini, Harry Potter and the Cursed Child, tapi kali ini giveaway ini ditujukan hanya untuk teman-teman sesama Blogger Buku Indonesia (BBI) saja. Next time buat yang lain ya. 


Untuk ikut giveaway ini, tinggal comment saja dipost ini dengan memberikan keterangan nama, alamat email yang terdaftar di data bbi dan no membership bbi ya. Urutan comment yang masuk akan menjadi no urut setiap peserta giveaway (comment yang double hanya akan dihitung satu kali ya).  Satu orang pemenang akan dipilih menggunakan random.org pada tanggal 31 Juli 2016 dan diumumkan diblog ini. Peserta yang akan diperhitungkan di random.org hanyalah yang memasukkan comment sebelum jam 12:00 siang di tanggal 31 Juli 2016. Saya akan menghubungi pemenang lewat email yang didaftarkan dan pemenang punya waktu 1x24 jam untuk konfirmasi alamat pengiriman. 

Selamat merapal mantra :)

Friday, July 22, 2016

[Posting Bareng BBI] Baca di Kasur

Oke, saya tahu bulan juli sudah berjalan lebih dari setengah, tapi belum telat kan kalau saya buat tulisan ini sekarang dalam rangka posting bareng BBI bulan juli? Hopefully divisi event setuju :D Anyway tema posbar bulan ini adalah #BBIHoliday yang isinya sharing tentang buku apa saja yang akan dibaca selama liburan dan bisa dimeriahkan dengan foto-foto buku dengan latar tempat kita berlibur. Sayangnya saya tidak kemana-mana, stay at home holiday, jadi kebanyakan baca buku diatas kasur berjam-jam sambil diselingi makan dan tidur (gagal diet) jadi tidak ada tempat menarik yang bisa jadi latar book photography.

Nah berhubung bulan Juli biasanya bulan paling produktif saya dalam membaca (biasanya max 3 buku/bulan, tapi bulan juli bisa dua kali atau tiga kali jumlah normal) plus kali ini saya tidak kemana-mana, jadi saya pun berencana menghabiskan The Chronicles of Narnia by C.S.Lewis sepanjang bulan ini, berikut ini judul-judul dan urutan bacanya:
  1. The Magician’s Nephew (The Chroniclesof Narnia #1)
  2. The Lion, the Witch and the Wardrobe (TheChronicles of Narnia #2)
  3. The Horse and His Boy (The Chroniclesof Narnia #3)
  4. Prince Caspian (The Chronicles ofNarnia #4)
  5. The Voyage of the Dawn Treader (The Chronicles of Narnia #5)
  6. The Silver Chair (The Chronicles of Narnia #6)
  7. The Last Battle (The Chronicles of Narnia #7)
So far, progress baca lancar dan sekarang sementara menikmati buku kelima. Link review bisa klik masing-masing judul diatas ya.  

[Review] Narnia : Prince Caspian by C.S.Lewis

Title: Prince Caspian (The Chronicle of Narnia, #4)
Author: C.S. Lewis
Publisher: Harper Collins
Published: September 1st, 2009
Pages: 239p
ISBN13: 9780007323111

Narnia memang tidak setebal harry potter series, jadi tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan setiap buku yang panjangnya kurang dari 200 halaman. Selain karena halaman buku yang tipis, plot yang dibangun Lewis pun tidak lambat seperti buku klasik kebanyakan, mungkin karena tema yang diusung adalah fantasi untuk anak-anak, sehingga mudah untuk dinikmati. Saat membaca The Horse and His Boy, saya cukup terkejut menemukan ada manusia lain, selain keempat tokoh utama yang masuk ke dunia Narnia dan tinggal beberapa kota disekitarnya, namun jawaban atas pernyataan bingung itu pun terjawab setelah selesai membaca buku ini, thanks to Aslan.

Setelah masa Golden Age, Narnia diserang oleh bangsa Telmarine dan ratusan tahun lamanya Narnians hidup menderita dan bersembunyi. Cerita tentang Aslan, talking animal, pohon yang bisa berdansa, Faun, Centaurus serta Raja dan Ratu mulai berubah menjadi mitos, bahkan penguasa Telmarine melarang mitos itu diceritakan kepada anak-anak. Hutan menjadi tempat menakutkan, Cair Paravel yang dulunya indah hanya tinggal kenangan reruntuhan diatas bukit. Inilah keadaan dimana Prince Caspian ke-10 hidup di kastil Telmarine. Caspian sangat tertarik dengan Narnia di masa lalu, ia bahkan ingin hidup di masa itu dan bertemu dengan Raja dan Ratu, ia senang mendengarkan semua cerita indah tentang Narnia, namun pamannya tidak sepaham dengannya. Caspian adalah anak dari raja terakhir yang hidup dibawah perlindungan pamannya Miraz yang berlaku sebagai Lord Protector dan terus mengincar posisi Raja. Prince Caspian tetap hidup karena Miraz tidak punya keturunan, namun suatu malam keadaan berubah ketika istrinya melahirkan Putra untuknya, Miraz punya penerus dan Prince Caspian menjadi ancaman baginya. Dengan bantuan Professor-nya Prince Caspian melarikan diri ke dalam hutan, satu-satunya tempat yang ia percaya tidak berani dimasuki oleh tentara pamannya karena pohon-pohon yang terkenal kejam dengan binatang buas dan hal lainnya. Namun tak disangkanya, Ia justru bertemu dengan mahluk-mahluk yang selama ini hanya dikenalnya lewat cerita mitos. Mereka adalah Narnians yang masih bertahan hidup dalam persembunyian.  

[Review] Anak Semua Bangsa by Pramoedya Ananta Toer

Title: Anak Semua Bangsa (Tetralogi Buru #2)
Author: Pramoedya Ananta Toer
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Published: 2006
Pages: 539p
ISBN13: 9789799731241
Rating: 3.5 of 5 stars

“Orang bilang, apa yang ada di depan manusia hanya jarak. Dan batasnya adalah ufuk. Begitu jarak ditempuh sang ufuk menjauh. Yang tertinggal jarak itu juga – abadi. Di depan sana ufuk yang itu juga – abadi. Tak ada romantika cukup kuat untuk dapat menaklukkan dan menggenggamnya dalam tangan – jarak dan ufuk abadi itu”

Setelah membaca Bumi Manusia, sulit untuk tidak melanjutkan ke buku ini, alasannya tidak lain karena Pramoedya memberikan dasar berpijak yang jelas dan menarik di Bumi Manusia yang dibungkus kisah cinta Minke dan Annelies serta keluarga Mellema dan Nyai Ontosoroh. Saya penasaran dengan nasib Minke dan Annelies yang harus berpisah diakhir cerita, namun kisah mereka ternyata hanya menghiasi dua bab pertama buku ini, sekaligus menandai terbentuknya dendam dihati Minke dan Nyai Ontosoroh yang adalah titik balik Minke mulai melihat Eropa tidak lain sebagai sosok penjajah yang mampu merampas apapun yang mereka inginkan, sama sekali berbeda dengan ajaran dan citra sebuah bangsa terpelajar yang didapatkannya.  Kalau pembaca mengikuti Bumi Manusia, pasti akan memahami betapa Minke tampak berdiri dibarisan orang Eropa, berpakaian seperti orang Eropa, berbicara dan menulis seperti orang Eropa, dia mengagungkan pemikiran terbuka dan kebijaksanaan itu diatas adat istiadat suku bangsanya sendiri. Sejak dendam itu muncul, Minke mulai mengenal sisi gelap Eropa yang semula tak mampu ia lihat dengan jelas.

Thursday, July 21, 2016

[Review] Narnia : The Horse and His Boy by C.S.Lewis

Title: The Horse and His Boy (The Chronicle of Narnia, #3)
Author: C.S. Lewis
Publisher: Harper Collins
Published: September 1st, 2009
Pages: 239p
ISBN13: 9780007323081

The first and second book of the series told about Narnia from the very beginning of the land to the reign of White Witch and fulfillment of the prophecy where two sons of Adam and two daughters of Eve came to Narnia and released the land from the power of the witch. As a reader, I have been told that Peter, Susan, Edmund and Lucy came to Narnia through an old wardrobe, and I thought there was only Narnia at the other side of the wardrobe, but when I opened the third book, I looked at a map and learned that Narnia wasn’t the only land in the story, there were another places called the Archenland, Mt. Pire, the Calormene and Tashbaan along with the desert and the mountain.

Thou the characters from the previous books also appeared in this story, the main character were two children and two talking horses. The story began when a boy named Shasta who live in the Calormene as a son of fisherman discovered that his father whom he believe not his biological father was about to sell him to a nobleman who came to their house. Then suddenly, when he stood alone outside the house, the nobleman’s horse, Bree, talked to him about running away north into Narnia. The beginning of the journey was pretty easy for them and they even met companion along the way, Aravis, a girl who also escape from her father with another talking horse, Hwim. Together they got into the capital city of Calormene, Tashbaan, where something happened to each of them which brought great danger not only to themselves but also to Archenland and Narnia.

Wednesday, July 20, 2016

Classic Club Project (Update List)

Nine months away to the end of Classic Club Reading Challenge that I joined in 2012 with 100 books on my list and as of today it seems impossible for me to complete the challenge unless I reduce the number of books on my list. The fact that my own progress slower than I thought, that I only managed to read 28 of 100 books since four years ago make me sad, but I still want to complete the challenge. So instead of keeping my original list, I made a new list of 40 books (yes I cut 60% of the list) to make it more achievable for me considering the time left to get it done (I am inspired by Melmarian:p, thanks Mel).

My current progress: 28 of 40

Here are the twelve and two alternative books I plan to read till April 16, 2017:
  1. Great Expectation – Charles Dickens
  2. Anne of Green Gables – L.M Montgomery
  3. Little Women – Louisa M Alcott
  4. Alice Adventure in Wonderland – Lewis Carroll
  5. Through the Looking Glasses – Lewis Carroll
  6. Kim – Rudyard Kipling
  7. Crime and Punishment – Fyodor Dostoyevsky
  8. The Chronicle of Narnia : The Horse and his Boy - C.S.Lewis
  9. The Chronicle of Narnia : Prince Caspian - C.S.Lewis
  10. The Chronicle of Narnia : The Voyage of the Dawn Trader - C.S.Lewis
  11. The Chronicle of Narnia : The Silver Chair - C.S.Lewis
  12. The Chronicle of Narnia : The Last Battle - C.S.Lewis
  13. Jejak Langkah – Pramoedya Ananta Toer (Indonesian Classic Literature)
  14. Rumah Kaca – Pramoedya Ananta Toer (Indonesian Classic Literature)

Hope it will end well J
Take a look the complete list and link to the book review here.

Monday, July 18, 2016

[Review] Narnia : The Lion, The Witch and the Wardrobe by C.S.Lewis

Title: The Lion, the Witch and the Wardrobe (The Chronicle of Narnia, #2)
Author: C.S. Lewis
Publisher: Harper Collins
Published: September 1st, 2009
Pages: 202p
ISBN13: 9780007323128

In summer, Peter, Susan, Edmund and Lucy, four brothers and sisters went to visit an old house belongs to a Professor, a big house with so many rooms that look creepy and mysterious. When they played hide and seek, Lucy, the youngest one, went upstairs into an empty room but a big and ages wardrobe. To hide herself, she stepped into the wardrobe and happy to touch the fur of hanging coats, she took more steps further till she felt something different, a soft and powdery and extremely cold, snow under her feet and snowflakes falling through the air. Lucy just entered Narnia and accidentally, she met a faun named Mr. Tumnus who offered her tea and cookies. Hours passed by and time for Lucy to get back, but when she was out of the wardrobe nobody know she was gone, it was like there was no time difference between the times she was gone and be back again. But when she told them about Narnia, nobody believes her. Not until one day, when they felt someone was chasing them that they were forced to hide in the same wardrobe and suddenly arrived in Narnia. Narnia was covered with endless winter. Many years had passed since the last human went to Narnia and as Aslan said at dawn of time in Narnia that the evil already in it. It was only about time that she became more powerful and did something evil on the land where animals can talk to each other. If Digory and Polly (see The Magician’s Nephew review) arrived in Narnia using magic ring, Peter, Susan, Edmund and Lucy just found another way to the land of youth. The prophecy said that when Adam’s flesh and Adam’s bone sits at Cair Paravel in throne, the evil time will be over and done. It has long been foretold that two sons of Adam and two daughters of Eve will defeat the White Witch and restore peace to Narnia.