Tuesday, July 9, 2013

[Review] Pride and Prejudice by Jane Austen

Title: Pride and Prejudice
Author: Jane Austen
Publisher: Qanita
Published: Juli 2011 (Cetakan IV)
Pages: 588p
Genre: Classic Romance
Review for BBI Read Along on June (review telat banget)

Jane Austen adalah novelis asal inggris yang banyak menyajikan nuansa romance dalam karya-karyanya. Austen lahir di Hampshire Inggris dan memulai karyanya melalui novel pertamanya Sense and Sensibility yang diterbitkan pada tahun 1811. Elizabeth Bennet dalam Pride and Prejudice adalah tokoh favorit Austen, ia menjadikan Elizabeth Bennet sebagai salah satu tokoh perempuan yang paling banyak dikagumi dalam literatur Inggris. Apa yang membuat Elizabeth Bennet begitu istimewa? Diawal buku terbitan Qanita ini, dikatakan bahwa “perangainya yang tegas, feminis, dan pada saat bersamaan ceria” merupakan hal-hal yang membuat wanita ini istimewa. Mengapa Elizabeth Bennet harus diciptakan bersinggungan dengan feminisme? Ada apa dengan masyarakat inggris saat itu?


Pride and Prejudice merupakan karya sastra yang memberikan gambaran kehidupan masyarakat di Inggris sekitar abad ke-19. Mr dan Mrs Bennet memiliki lima orang putri yang terkenal cantik di wilayah Hertfordshire. Suatu hari Mrs. Bennet mendengar bahwa sebuah rumah mewah di wilayah itu baru saja dibeli oleh seorang pemuda kaya. Terdorong oleh keinginannya menikahkan anaknya dan mengangkat martabat keluarga, ia pun memaksa suaminya untuk mendatangi si orang asing dan memperkenalkan putri-putrinya. Ia berharap, pemuda kaya itu akan memilih salah satu dari mereka untuk dijadikan istri. Pertemuan pun terjadi dan tak perlu disangkal bahwa si pemuda kaya yang bernama Mr. Bingley segera jatuh cinta pada anak tertua keluarga Bennet, Jane Bennet. Mr. Bingley ternyata tidak datang sendirian, ia membawa sahabatnya Mr. Darcy dan adik perempuannya Miss Bingley. Mr. Darcy langsung dikenal sebagai pria angkuh dan tak seorang pun menyukainya. Seperti kebanyakan orang lainnya, Elizabeth Bennet pun memiliki kesan yang sama terhadap pria ini, namun perbedaannya, Elizabeth mampu melemparkan argumentasi tajam kepada Mr. Darcy yang membuat pria itu justru mulai mengagguminya. 

Plot cerita berlangsung dengan memperlihatkan pesta-pesta dansa yang diadakan oleh Mr. Bingley yang diwarnai dengan matrealisme Mrs. Bennet yang terus "menjual" anak-anaknya pada pria-pria kaya. Disisi lain, Elizabeth Bennet tanpa disadarinya semakin menarik perhatian Mr. Darcy. Di tengah-tengah perkembangan hubungan Mr. Darcy dan Elizabeth, yang sejujurnya tidak bisa dibilang berkembang, masuklah seorang pria asing yang bernama Mr. Wickham. Kehadirannya membuat Mr. Darcy marah, namun Elizabeth justru semakin membencinya karena perangainya itu. Tak lama setelah sebuah pesta dansa usai, Mr. Bingley dan rombongannya meninggalkan Hertfordshire menuju London tanpa kabar apapun, bahkan kepada Jane Bennet yang jelas-jelas telah jatuh cinta padanya. Hal ini membuat Elizabeth berang karena melihat kakaknya menderita, namun ia tak bisa melakukan apa-apa dan terus berusaha menghibur sang kakak. Sampai suatu hari, ia berjumpa dengan Mr. Darcy saat mengunjungi sahabatnya di Kent. Pertemuannya kembali dengan Mr. Darcy membeberkan beberapa hal yang sangat mengaggetkannya, salah satunya adalah pernyataan cinta Mr. Darcy kepadanya, namun sayangnya disaat yang sama Elizabeth telah terlanjur mencaci maki pria itu dengan segala tuduhannya. Mr. Darcy pun pergi dan meninggalkan sepucuk surat kepada Elizabeth. Membaca surat itu membuat Elizabeth balik mencaci maki dirinya sendiri, namun rasanya semua sudah terlambat. Bagaimana dengan masa depannya? Bagaimana dengan masa depan Jane? Semua baru saja dirusaknya. 

Selesai membaca kisah ini, aku terus berpikir apa yang membuat kisah ini begitu istimewa dan disebut sebagai salah satu karya yang paling terkenal dalam sejarah literatur Inggris. Apa yang menarik dari kisah ini?

Kisah happy ever after memang tak lekang oleh waktu. Lihat saja kisah-kisah dongeng putri salju atau si cantik dan si buruk rupa. Kisah-kisah yang penuh imajinasi dan memuat hal positif untuk disampaikan berulang kali kepada siapa pun pendengarnya. Aku melihat hal serupa pada karya Austen ini, kisah romantisme sederhana yang selalu bisa menyesuaikan pada setiap zaman yang dimasukinya. Menurutku ini menjadi salah satu kekuatan Pride and Prejudice untuk terus bertahan sebagai novel populer yang terus diceritakan dari masa ke masa. Selain itu, para wanita biasanya selalu memiliki impian menikahi seorang pria seperti Mr. Darcy. Seperti Austen sendiri, aku pun sangat menyukai karakter Elizabeth Bennet, seorang wanita tangguh yang mampu menyampaikan pendapat pribadinya serta tidak mengikuti tuntutan masyarakat pada masa itu. Masyarakat Inggris pada masa itu menganggap pernikahan adalah jalan keluar terbaik bagi seorang wanita, siapapun pasangannya asalkan dapat memberikan status sosial yang lebih baik. Tidak ada cinta, bukan masalah. Elizabeth tidak peduli dengan aturan masa itu, she’s not going to settle for anything less than what she wants, that’s the best part of her. Kekuatannya ini, menurutku sedikit banyak dipengaruhi oleh buku-buku bacaannya. 

Hal lain yang menarik dalam buku ini dan tentu saja masih relevan sampai saat ini adalah Prejudice yang dibangun oleh Elizabeth. Elizabeth Bennet tidak mampu melihat Mr. Darcy sebagaimana mestinya karena tertutup oleh asumsi yang dibangunnya sendiri. Your value govern what you think and what you think determine the way you see

Aku menemukan beberapa alasan lainnya yang menjadikan Pride and Prejudice tetap populer hingga saat ini:

  1. It’s the ultimate “happy ever after” tale.
  2. It’s fun.
  3. It’s the rom-com of all rom-coms.
  4. Sex, lies and runaway teens.
  5. P&P isn’t just “how to marry a millionaire, Regency style”.
  6. Before the Kadarshians, there were the Bennets.
  7. Back then, well-off people’s purpose really was to eat, drink and be merry.
  8. Now, as then, we choose to see what we want.
  9. Hypocrisy is always good for a laugh.
  10. Technology might change, but human nature remains the same.

Untuk lebih jelas silahkan kunjungi http://usat.ly/10U3G3T.

Selain berbagai pendapat diatas, ada banyak pihak yang mengatakan bahwa karya ini hanyalah sebuah roman biasa yang tidak perlu dieluk-elukan secara berlebihan. Sejujurnya, pada awalnya aku pun berpendapat sama. Namun demikian halnya dengan Pride and Prejudice, mungkin saja novel yang sedang populer saat ini akan tenggelam oleh waktu dan dianggap biasa saja oleh generasi selanjutnya. Sebut saja Hunger Games yang cukup populer saat ini, akankah kisah itu terus menjadi kisah yang wow 50 tahun mendatang? Who knows?

Ada beberapa bagian yang harus diakui membosankan, karena itu butuh lebih banyak waktu untuk menyelesaikan buku ini. Apalagi bagian-bagian tentang Mr. Collins..walaupun aku coba bertahan namun akhirnya ada beberapa bagian yang ku-skip karena tidak tahan dengan konteks pembicaraan yang membosankan. Namun terjemahan yang mengalir mudah dipahami sangat membantuku membaca buku ini. Tiga bintang untuk Pride and Prejudice.

Submitted for:
Read along BBI on June 2013 about Historical Romance
2013 TBR Pile Challenge hosted by Roof Beam Reader

Classic Club Project

8 comments:

  1. wah sayang cuma 3 bintang, tapi memang buku ini sempat populerya, sampai sekarang juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya aku menanggapi ide ceritanya dengan cukup datar sih mastez..klo aku liat2 di GR, bahkan ada yang ngasih cuma 2 bintang hahaha

      Delete
  2. Ide ceritanya emang biasa banget kok (mungkin kita nganggapnya biasa karena jaman sekarang udah banyak cerita seperti ini ya).

    Tapi....Mr. Darcy itu luar biasanya abadi sepanjang masa, sy. Aku masukkin dia di salah satu top book boyfriend-ku all the time lhooo #oketerus? X))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mba dewi..karena sekarang udah banyak sih romance seperti ini jadinya biasa aja :)

      Wihhh mba dewi punya top book boyfriend? aku pengen liat ah list-nya sapa aja hahahaha

      Delete
  3. Ceritanya emang biasa aja ya. Tapi mungkin di zaman itu, cerita begini jarang hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaa bener bgt :)
      Terimakasih sudah berkunjung

      Delete
  4. HARUS baca buku ini, seperti biasa, reviewnya kece badai :)

    ReplyDelete