Tuesday, March 15, 2011

Review : Quo Vadis???

Menurut referensi wikipedia, Quo Vadis adalah sebuah kalimat dalam bahasa latin yang jika diterjemahkan secara harafiah berarti : "Kemana Engkau Pergi?". Kalimat ini adalah terjemahan Latin dari petikan dari kitab Perjanjian Baru, Injil Yohanes, bab 16 ayat 5.
"tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?"
Seorang novelis asal Polandia Henryk Sienkiewicz mengangkat kalimat ini menjadi sebuah judul novel yang ditulis hampir seabad yang lalu dan membawanya menjadi peraih hadiah nobel sastra.

Novel ini mengetengahkan kehidupan bangsa romawi sekitar 34 tahun setelah Yesus dibawah kepemimpinan Caesar Nero, seorang maharaja yang kejam, haus darah, sinting, dan sangat berkuasa. Kehidupan bangsa romawi saat itu diselimuti oleh pesta pora dan kecabulan dan mereka menyembah bermacam-macam dewa.

Kisah diawali dengan memperkenalkan seorang bangsawan Petronius yang adalah seorang pecinta keindahan yang membuatnya menjadi orang kepercayaan Nero. Suatu hari, keponakannya Marcus Vinicius datang kepadanya dan mengatakan bahwa ia telah jatuh cinta kepada seorang gadis yang bernama Lygia. Petronius dan Vinicius mengunjungi keluarga Lygia dan mendapati sebuah suasana kehidupan yang sangat berbeda dengan kehidupan masyarakat Roma pada waktu itu. Lygia adalah perempuan barbar yang juga merupakan pengikut Kristus. Petronius dan Vinicus kemudian menyusun rencana untuk mengambil Lygia dari keluarganya, rencana ini melibatkan Nero karena Lygia adalah tawanan yang dipercayakan kepada Pemerintah Roma. Pada saat Lygia memasuki kehidupan istana, dia mendapati kehidupan kecabulan dan pesta pora yang tidak disukainya, sehingga dia merencanakan untuk melarikan diri dari istana.

Kepergian Lygia membuat Vinicius geram dan melakukan berbagai usaha untuk menemukan gadisnya kembali. Usaha ini menuntunnya mengenal Rasul Petrus dan Rasul Paulus serta membawanya memasuki kehidupan umat Kristiani yang membuatnya tercengang dan bertanya-tanya.

Suatu hari Caesar berhasrat untuk membuat sajak yang menandingi Iliad-nya Homerus. “Namun aku belum pernah melihat kota terbakar,” keluhnya. Mendengar hal itu, Tigellinus salah seorang bawahan Nero yang licik mengatur agar seluruh kota Roma dibakar. Roma benar-benar berubah menjadi sebuah lautan api yang ganas. Caesar membutuhkan orang lain yang akan dijadikan tumbal untuk menanggung kegilaannya itu. Akhirnya dikabarkan berita bahwa orang-orang Kristen-lah yang membakar kota Roma. Pembantaian terhadap orang Kristen secara besar-besaran mulai dilakukan dan semuanya ditampilkan dalam bentuk "pertunjukan" yang sadis dan banjir darah pun di mulai.

Banyak hal dari novel ini yang sangat mengaggumkan, diantaranya adalah proses yang mengubah Vinicius menjadi seorang pengikut Kristus yang setia, bahkan disaat dia tidak bisa menyelamatkan perempuan yang dicintainya dari kejahatan Nero, dia tetap memelihara pengharapan bahwa Kristus akan menolongnya. Setiap umat Kristus yang mati dalam pembantaian itu, mati dengan menengadahkan kepala mereka ke langit dan menyuarakan lagu-lagu pujian yang tiada hentinya menjelang ajal mereka. Pertobatan seorang penghianat chilo yang akhirnya menerima Kristus sebelum kematiannya. Dan pada akhirnya kota Roma berubah dari kota penuh maksiat menjadi kota dimana Tuhan menyatakan kemuliaanNya dan bukit Vatican, tempat dimana Petrus menerima hukuman menjadi saksi sejarah yang tidak terlupakan sepanjang masa.

Mengutip apa yang dituliskan oleh seorang teman saya (Melisa Mariani) di goodreads :
Dan bagi orang-orang yang meyakini yang sama dengan yang saya yakini, apabila kita bertanya “Quo Vadis, Domine?”, sesungguhnya Dia tidak kemana-mana. Tapi dibutuhkan iman yang besar untuk melihat itu.


----------------------------
Judul    : Quo Vadis?
Penulis  : Henryk Sienkiewicz
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit   : November 2009
Tebal    : 552 hal
----------------------------

2 comments: