Wednesday, June 15, 2011

Review : Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

Jika saya menyebut “perpustakaan” anda pasti langsung membayangkan sebuah tempat yang dipenuhi oleh berbagai macam buku dari segala zaman. Namun, jika saya menambahkannya menjadi “perpustakaan ajaib”, apakah fantasi anda masih sama?

Kisah di dalam buku ini melibatkan dua orang saudara sepupu, Nils Bøyum Torgersen dan Berit Bøyum. Nils tinggal di Oslo, sedangkan Berit tinggal di Fjaerland. Keduanya berada di wilayah Norwegia, namun terpisah ratusan kilometer jauhnya. Setelah pertemuan terakhir selama liburan musim panas, mereka memutuskan untuk terus berkomunikasi lewat surat. Uniknya, mereka tidak menggunakan selembar kertas surat, melainkan sebuah buku. Disinilah kejadian-kejadian mencurigakan mulai terjadi. Ketika Nils ingin membeli buku yang akan dijadikan buku surat, seorang wanita asing dengan ekpresi aneh muncul dan menawarkan diri untuk membayari buku itu.

Seiring dengan mulainya buku surat, berbagai kejadian aneh mulai terjadi disekitar mereka. Ternyata Berit pun bertemu dengan wanita yang sama dan secara tidak sengaja membaca surat yang terjatuh dari tas wanita itu. Di surat itu, mereka mendapat informasi baru mengenai sesuatu yang disebut “perpustakaan ajaib bibbi bokken”. Lalu entah secara kebetulan atau tidak, Nils bertemu dengan seorang laki-laki botak yang akhirnya mengejarnya dan terkesan menginginkan buku suratnya. Ketika Nils membuat sebuah karangan tentang Bibbi Boken untuk memenuhi tugas sekolahnya, betapa terkejutnya dia ketika salah satu gurunya menunjukkan ketertarikan yang berlebihan terhadap karangannya. Melalui guru itu, ia mengetahui identitas Bibbi Bokken, yang menurut sang guru pernah kuliah di universitas yang sama dengannya. Bibbi bokken tinggal di daerah Fjaerland, karena itu Berit dengan mudah mendapat informasi bahwa wanita itu sering mendapat banyak paket berisi buku. Didorong oleh rasa ingin tahu, Berit menyelinap ke rumah Bibbi Bokken, namun ia tidak menemukan satu buku pun di dalam rumah itu. Pada saat yang sama, Nils sedang menemani orang tuanya liburan ke Roma, namun ketika sampai di Roma, ia justru menemukan secarik puisi yang ditujukan untuknya dan menuntunnya menemui seorang laki-laki tuli yang memiliki sebuah toko buku antik. Bertemu dengan lelaki tuli tersebut, Nils mendapatkan sebuah surat lain, namun tiba-tiba sang lelaki botak muncul lagi dihadapannya, di dalam toko itu.

Bagaimana mungkin lelaki yang sama bisa juga berada di Roma pada saat Nils sedang liburan? Lalu siapakah Bibbi Bokken itu? Apa hubungannya dengan laki-laki tuli yang berada di Roma? Mengapa Nils terus menerus dikejar oleh seorang laki-laki botak tak dikenal? Dan apa sebenarnya maksud dari perpustkaan ajaib bibbi bokken? Semua pertanyaan dan fakta-fakta yang mereka temukan, semuanya tertuang di dalam buku surat yang secara bergantian mengunjungi Oslo-Fjaerland itu.

Tak diragukan lagi Jostein Gaarder sebagai seorang penutur cerita yang baik. Bahkan Dunia Sophie yang sarat ilmu filsafat pun menjadi menarik dalam penuturan Jostein Gaarder. Namun jangan berpikir bahwa buku ini serumit Dunia Sophie. Perpustakaan ajaib bibbi bokken dituturkan dengan sederhana dan penuh nuansa petualangan. Keterikatan antara tokoh dan tempat-tempat di dalam kisah ini sangat menarik. Bahkan lewat buku surat, pembaca akan dibawa untuk mengenal Anne Frank, Winnie The Pooh, Astrid Lindgren, Klasifikasi Desimal Dewey dan bahkan puisi serta penulis-penulis terkenal dunia beserta karya masing-masing. Ada pula potongan-potongan puisi yang dikutip oleh dua sepupu ini untuk para pecinta puisi. Cerita ini seperti sebuah cerita detektif ala Alfred Hitchcock ataupun lima sekawan, namun dengan konsep yang berbeda.

Buku ini unik karena hanya terdiri dari dua bab. Bab pertama mengenai buku surat dan bab kedua perpustakaan ajaib bibbi bokken. Nils dan Berit melakukan investigasi ala anak-anak cerdas sebelum mereka bertemu langsung dengan konsep perpustakaan ajaib itu sendiri. Bahkan cerita petualangan ini memberikan informasi-informasi tentang dunia buku yang menarik hati. Kalau pembaca senang dengan bibliography, maka buku ini akan menjadi sarana pemberi informasi yang memuaskan.

Sayangnya perpindahan tokoh aku di dalam buku ini terkadang membingungkan. Khususnya pada bab dua, saya sering sekali bingung membedakan siapa yang sedang menuturkan cerita. Saya harus membaca ulang beberapa bagian untuk memahami siapa yang sedang menjelaskan. Mengenai terjemahan, edisi gold dari Mizan ini tidak perlu diragukan. Terjemahannya mulus. Saya juga menyukai cover dari edisi gold ini, terkesan ajaib, sehingga jika berada di sebuah rak buku, cover ini akan menarik mata untuk memandangnya. 

------------------------------------------------------
Judul      : Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Penulis    : Jostein Gaarder & Klaus Hagerup
Penerbit : Mizan
Terbit     : Maret 2011 (Cetakan I ; Gold Edition)
Tebal      : 284 hal
-----------------------------------------------------

13 comments:

  1. Selalu suka buku-bukunya Jostein Gaarder :)

    ReplyDelete
  2. emang mba annisa udh baca bukunya gaarder yang apa aja? aku baru dunia sophie sama bibbi bokken ini

    ReplyDelete
  3. Aku suka buku ini. Bahkan saking sukanya aku sampai ikutan buat surat buku maca dua sepuou itu.

    Coba baca Gadis Jeruknya Jostein Gaarder, si. Keren tuh

    ReplyDelete
  4. masalahnya aku gak punya bukunya ally,,kemaren aq liat di bukabuku.com juga udah "out of print" gitu deh :(

    ReplyDelete
  5. ajaibnya perpus blio dimanakah?

    ReplyDelete
  6. sebenarnya itu bisa dibilang semacam metafora tapi juga sedikit berbeda..hehehe..
    tapi sebaiknya baca aja deh bang *ngomporin* hahaha

    ReplyDelete
  7. metafora itu maksudnya rada-rada 'lebay' kan yah
    *ambil kompornya trus pergi*

    ReplyDelete
  8. wanita itu sering mendapat banyak paket berisi buku ---> rupanya Bibbi Bokken anggota ordo buntelan juga.. *komen paling gak mutu* (habisnya buku ini udah lama juga di wishlistku sih hihihihi..)

    ReplyDelete
  9. hahaha iya nov bibbi bokken anggota ordo buntelan juga..tpi ordo buntelan istimewa

    ReplyDelete
  10. mba esiii
    aku mau baca reviewmu kalo aku udah selesai baca aja yaaa .. hehehhee

    ReplyDelete
  11. dulu pernah punya buku ini edisi lama, tapi terjemahannya ancur bangettt....jadi tergiur pengen beli edisi gold nya nih si, gara2 baca reviewmu =D

    ReplyDelete
  12. iya terjemahannya bagus kok mba astrid :) *promosi*
    beli aja...mungkin bakal lebih ngerti ketimbang baca yang dulu

    ReplyDelete