Monday, April 14, 2014

[Guest Post] Reading is a Habit & Why Not




Tahun ini ulang tahun BBI yang ke-3, dimeriahkan oleh event yang menurutku asik banget. Kenapa asik? Karena event ini memberi kesempatan kami, member BBI, untuk menerima tulisan dari member lainnya di blog kami. Namanya juga Blogger Buku Indonesia ya, jadi aktivitas kami adalah menulis di blog tentang buku yang kami baca. Karena biasanya kami hanya menulis di blog masing-masing, event ini membawa keistimewaan untuk melebarkan sayap, menjadi tamu di blog member lain. Dan kali ini, blog #MariMembaca mendapat kunjungan tamu jauh dari Surabaya. Siapa Dia?


Simak tulisan, Mba Maria berikut ini : 

Terus terang saat tiba waktunya untuk menulis sebagai Quest Host, sebuah kebingungan melanda diriku. Salah satu alasan, takut untuk mengecewakan pemilik blog selaku host, jika menulis di blog sendiri, jelek/bagus kan tidak ada yang protes ... so, a little bit pressure to write something that hopefully will make a good benefit for everyone else. Dan karena satu dua hal, tulisan awal yang sedianya telah kukirimkan, akhirnya menjelang menit terakhir kuputuskan berganti materi sepenuhnya. Satu hal yang kuingat, saat mbak Essy selaku host sempat menyinggung tema Reading Is Fun, I agree 200% with that statement. Tetapi, pada kenyataan, persentase antara mereka yang suka membaca, berminat dengan bacaan  dan yang mengaku sebagai 'bookaholic' ternyata cukup jauh dari ekspektasiku. Ini bukan sekedar ungkapan asal-asalan, melainkan pernyataan dari sedikit pengalamanku kala mencari sesama penggemar atau bisa dikatakan penggila buku sebagaimana diriku sendiri. Dimulai dari sekitar 4-5 tahun lalu, kala keputusan untuk mengambil waktu luang lebih dari jadwal kesibukan yang padat. Terbiasa dalam jadwal yang padat, terus terang agak kelabakan mengisi waktu, satu-satunya minat terbesar adalah mulai membaca timbunan buku yang terkumpul sepanjang perjalanan dinas keliling Indonesia. Entah mengapa, mungkin juga karena terbiasa berkumpul dengan orang banyak, keinginan untuk menemukan 'teman-diskusi' dan sharing bacaan yang menarik, menggugah minatku untuk mulai mencari wadah dimana sesama peminat buku berkumpul. Sifat manusia termasuk kepribadiannya, sedikit banyak bisa berpengaruh pada minat membaca, untuk lebih jelas tentang hal ini, nanti akan kubahas dalam topik yang berbeda. Kembali ke topik untuk melakukan eksplorasi bacaan, salah satu alasan yang 'sering-banget' dilontarkan oleh sebagian besar orang (termasuk mereka yang mengaku dirinya 'bookaholic') adalah : "tidak ada waktu untuk membaca" , sibuk dengan pekerjaan, sibuk dengan urusan rumah tangga, sibuk dengan kegiatan sosial, dsb-nya. Ok, bukan pada tempatnya bagi diriku untuk menilai benar-tidaknya pernyataan itu. Hanya dari fakta yang terjadi di sekelilingku, ada rekanan yang baru melahirkan, masih bisa meluangkan waktu untuk membaca (bahkan rajin menulis di blog), rekanan lain memiliki jam kerja nyaris 24 jam aktif, juga masih bisa melakukan hal serupa, ada pula yang full-time ibu RT dgn anak masih kecil2, juga tetap bisa meluangkan waktu untuk membaca (dan menulis). Memang manusia berbeda-beda, tidak bisa dibanding-bandingkan, tetapi hal ini juga menunjukkan bahwa Alasan tersebut bukanlah Alasan Mengapa Tidak Bisa ... tetapi cenderung Mengapa Tidak Mau? Pernah mencoba untuk latihan olah raga atau Fitness? Well, jika tubuh tidak terbiasa melakukan aktifitas tersebut, dijamin setelah satu atau dua sesi, badan terasa hancur, tulang dan otot kaku plus ngilu ... sakit banget rasanya. Makanya selalu dianjurkan untuk pemanasan terlebih dahulu, plus naikan frekuensi latihan secara bertahap. Jika sudah terbiasa, tubuh terasa ringan dan luwes melakukan apa pun. Ini sama dengan kebiasaan Membaca. Jika membiasakan diri meluangkan waktu sedikit demi sedikit tapi RUTIN, maka Membaca menjadi satu bagian tak terpisahkan dalam keseharian. Salah satu pertanyaan yang dilontarkan mbak Essy dalam interview : Kapan waktu baca yang tepat? Menurutku any time, any where, kita bisa melakukan hal tersebut. Contohnya : Nunggu antrian (pasti dalam seminggu aktifitas kalian, minimal sekali melakukan proses menunggu dalam antrian) bayar di kasir, beli tiket, bayar tagihan, service sesuatu, beli makanan di resto, jemput anak-istri-suami-pacar-simpanan (^_^) ... atau bisa juga saat-saat merenung di toilet (tempat paling  tenang dan tak terganggu siapa pun, benar tidak?).

Masih tidak percaya bahwa kita bisa meluangkan waktu untuk Membaca? Ayo sama-sama kita hitung waktu dalam 1 hari. Coba dijumlah satu demi satu ya. Waktu pagi keluar halaman janjian tukar gosip dengan tetangga dan tukang sayur. Waktu pagi buka ponsel, kirim pesan alay ke sohib, pacar, simpanan kemudian foto narsis buat update status. Waktu perjalanan ke sekolah, kantor, pasar, tempat latihan yoga, nunggu jalanan macet sambil mainan solitaire di ponsel dan tidak lupa update status dengan tagar #kenamacetlagi. Sampai di tujuan masing-masing, setelah absen dan (seharusnya) mulai kerja / siapkan bahan pelajaran, cari teman rumpi buat cek berita terhangat hari ini, atau buka laptop buat cek twitter dan facebook. Yang homestay alias kerja di rumah, nyalakan televisi buat cek berita artis mana yang selingkuh, cerai, kawin lagi, cerai lagi hari ini. Yang di kantor masih pemanasan, ngopi dulu sambil buka koran / tabloid, cari berita serupa karena tidak ada TV. Tidak lupa selalu update status minimal 5-10 menit setiap saat (kan cita-citanya jadi selibriti). Lagi tren 'selfie' nih ... jadi ikutan ajang lomba 'selfie' dimana-mana, apa gunanya punya smartphone klo tidak dipakai buat 'selfie' ... Lirik-lirik jam dan siap-siap kabur pas alarm jam istirahat siang mulai (syukur bisa cabut sebelum waktunya). Cari tempat makan sekaligus nongkrong yang enak, ngobrol ngalor-ngidul (alias tidak jelas ujung pangkalnya), ngegosipin rekan kerja dan paling enak ngomel-ngomel sama si Boss mumpung oranganya tidak ada (tetap selalu ingat buat update status, dengan tagar #maksiayamgorengueennak)

Ini masih baru berjalan separuh hari lho... tapi sudah punya gambaran kan, berapa menit yang bisa 'ditabung' untuk memulai kebiasaan dan rutinitas membaca. Again, bukan bermaksud menjelek-jelekan kebiasaan seseorang, but for real, did you realize how many time wasted for something that actually not that important? It's Habits alright, but not the good oneAnother common excuse: klo pas lagi nunggu sesuatu atau dalam antrian, "malas booh bawa-bawa buku, berat dan ribet nenteng kemana-mana". Hello ... pernah nimbang tidak berat 1 buah buku ukuran pocket dengan smartphone atau android sekelas galaxy tab? Berat mana coba? Dan aku yakin, rata2 setiap orang punya lebih dari 1 ponsel, coba ditimbang beratnya semua. Yang beda cuman aksinya, klo nunggu antrian sambil pegang gadget keliatanya keren, klo baca buku ihhh, macam nerdy deh aka kutubukugila. Tahukah Anda pemikiran seperti itu sudah kuno banget, bisa dikategorikan purbakala. So, jika masih menyimpan pemikiran seperti itu, berarti kalian termasuk makhluk purbakala (^_^) 

Reading Is Fun, Reading Is a Daily Habits ... ini bukan sekedar slogan bak kampanye parpol yang muncul musiman (kadang muncul, kadang samar-samar atau malah lenyap tanpa jejak bagai angin lalu) ... tetapi harus di-JALANKAN!! Mau tips untuk start awal? Temukan dimana minat kalian, dan gali dari sana untuk menjadi suatu rutinitas. Lha klo tidak punya minat tertentu, ya cari dong ... hidup ini menyenangkan dengan banyak pilihan, bersyukurlah menjadi manusia bukan (maaf) hewan yang ditakdirkan hidup-mati sejak ribuan tahun tetap aja sama tidak berubah.
 
Sebelum menutup postingan yang mulai ngaco kesana-kemari, satu hal yang bisa menentramkan pikiran kalian, jangan pernah takut untuk mengambil resiko, jika belum terbiasa dengan kebiasaan dan rutinitas membaca, cara termudah adalah mencari sparring partner alias teman baca. Beruntunglah saya dan mbak Essy dan lebih dari 100 orang di penjuru Indonesia yang tergabung dalam BBI atau Blogger Buku Indonesia ini (hampir) sebagian besar masuk kategori "kutubukugila" yang bersedia jadi partner baca kalian. Jangan khawatir dikatain nerdy atau kuper, karena justru disini kumpulan orang-otang keren nan beken yang tidak takut untuk bermimpi lebih dan setinggi-tingginya. Ingat menjadi orang yang berbeda terkadang dianggap aneh oleh lingkungan, tetapi coba lihat dalam sejarah orang-orang sukses, justru mereka yang berani tampil beda yang menonjol dan membuat prestasi dalam kehidupannya.

**********************

Nah itu dia tulisan Guest Posting dari Mba Maria yang lahir di Surabaya menjelang tengah malam pada tanggal 25 April. Bookaholic yang sering dikenal dengan ID @HobbyBuku ini telah mulai membaca sejak masih kanak-kanak dengan melahap semua jenis buku termasuk Majalah Bobo, Donal Bebek, Komik Kho Ping Ho, Cergam R.A. Kosasih. Beruntung memiliki orang tua yang sejak kecil suka berbelanja buku untuk anak-anaknya, @HobbyBuku yang memiliki nama lengkap Maria Cecilia Agatha Ari Eka Santi, bahkan melahap buku-buku Marga T, Mira W, Barbara Taylor Bradford sampai Motinggo Bosye dan Nick Carter (yang menurutnya sendiri harusnya tidak boleh dibaca anak SD). Sejak kecil, orang tua mba Maria telah memberlakukan bonus untuk nilai rapor atau semesteran yang bagus. Hadiahnya, mereka (Mba Maria dan saudaranya) akan diajak ke toko buku gramedia untuk memilih buku sebanyak yang ia mau. Asik kan? Wah ternyata mba maria sudah jadi tukang timbum buku sejak kecil loh :). Mba Maria ini sebenarnya adalah lulusan Teknik Arsitektur dan Desain, tetapi justru menekuni bidang pengembangan sumber daya manusia sebagai karirnya. 

Ketika ditanya mengenai Genre yang disukai dan buku paling memorable, mba maria punya jawaban panjang,

Nah, 3-4 tahun lalu, mungkin bisa kujawab dgn mudah, misteri, petualangan dan thriller menempati urutan pertama, karena meski dibaca berulang kali, tidak pernah ada bosannya (contohnya, karya2 Agatha Christia, Arthur Conan Doyle sampai John Grisham dan Enid Blyton). Kini, setelah bergabung dgn BBI, diriku menjadi omnivora, alias segala jenis genre kucoba dan beberapa ternyata menjadi favoritku juga. Mulai dari Fantasy, Classic hingga Historical Fiction. Bahkan Historical Romance juga menarik untuk disimak lebih jauh. Asian's Literature juga mengundang perhatian krn daya tarik tersendiri yg tdk ada pada karya2 penulis Amerika dan Eropa. Bahkan kategori Manga, Graphic Novel pun kian berkembang dgn sajian kisah yg menarik. Jika boleh kurangkum, diriku bukan sekedar bookaholic, melainkan 'stories-collector', karena koleksiku kini beragam mulai media buku, film, musik, seni lukis dan tari (dance performances), bukan sekedar tampilan fisik luar yg menarik, tetapi kandungan kisah dan makna yg ada didalamnya, itu yg kusukai (^_^) 

Back on books, paling memorable, favorit dan dibaca lebih dari 2x ... waduh, banyak ya (^0^), coba kuingat-ingat beberapa judul (tanpa urutan atau prioritas khusus ya) 
◆ (All) Harry Potter Series
◆ (All) Laura Ingalls Wilder Series
◆ (All) Sherlock Holmes Series
◆ Sidney Sheldon's Books
◆ Agatha Christie's Books
◆ John Grisham's Books
◆ Jeffrey Deaver's Books
◆ Mitch Albom's Books
◆ Eva Ibbotson's Books
◆ Enid Blyton's Books

Back on books, paling memorable, favorit dan dibaca lebih dari 2x ... waduh, banyak ya (^0^), coba kuingat-ingat beberapa judul (tanpa urutan atau prioritas khusus ya) Ini beberapa yg bisa kuingat ... rata2 setiap buku lebih dari 3-4 kali kubaca ulang, dan masih tetap berkesan bahkan bisa muncul pemikiran baru. Ini beberapa yg bisa kuingat ... rata2 setiap buku lebih dari 3-4 kali kubaca ulang, dan masih tetap berkesan bahkan bisa muncul pemikiran baru. But the most memorable moment, harus kuakui saat memulai membaca buku2 klasik, sama sekali diluar perkiraan, karena blm pernah coba membacanya, kini justru daftar buku + penulis favoritku bertambah dari genre ini. Mulai dari Charles Dickens, Alexandre Dumas, Harper Lee, Oscar Wilde hingga Harriey Beecher Stowe ... kini sedang penjajakan karya Zola (efek pengaruh dari Fanda nih). 

Lalu apa harapan mba maria kedepannya untuk pribadi dan BBI, 

Harapanku untuk BBI, terlepas dari kesibukan masing2, kelompok ini ada dan berkembang karena orang2 yg ada didalamnya memiliki visi dan misi serupa. Sebuah bangunan bisa berdiri tegak memberikan perlindungan, naungan, sarana yg bermanfaat bagi setiap orang di dalamnya, namun harus diingat bahwa bangunan yg paling sederhana pun membutuhkan tenaga+waktu+pikiran+perawatan+pemeliharaan dari beberapa orang, bukan hanya 1-2 orang saja. Harapan pribadi untuk semua penikmat buku, semoga semakin banyak orang-orang yang bersedia membuka pikiran dengan mencoba bacaan aneka genre, sehingga tidak berkutat dengan jenis bacaan yang kurang berkualitas. Siapa tahu buku-buku yang semula dikira 'berat' atau membosankan, justru bisa sangat menarik bahkan membuat ketagihan ... believe me, karena diriku sudah mengalaminya (^_^) - just open your mind & let the knowledge flow into our imagination.

9 comments:

  1. Hi Kak Maria :D
    Membaca itu memang menyenangkan dan udah menjadi semacam kebiasaan. Kalau kata Oopa-Loompa, emang anak-anak harus dikasih buku dulu dan nantinya akan nyandu sendiri XD

    ReplyDelete
  2. mbak mari ini nih... salah satu yang membuat timbunanku semakinnnn tinggiiiii...

    ReplyDelete
  3. Mba Mariaaaa setujuuu sama pendapatnya...sayangnya di era gadget dan socmed seperti skrg, memang godaan terbesar untuk menelantarkan hobi baca adalah menekuni whatsapp, twitter, FB dan teman2nya :D semoga kita tetep bisa jadi kutubukugila sampe tua ya!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya ada alasan yang bagus untuk tidak terlalu asik dengan gadget nih mbak, yaitu demi kesehatan, tapi berhubung sudah kepanjangan postingannya, aku cut buat kesempatan lain kali.

      Delete
  4. Haduh nama panjang dipajang sama mbak Essy *tutup muka*
    Thanks mbak Essy atas kesabarannya menanti kiriman postingan dan revisi postingan, semoga tidak kapok ya hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha aku juga agak deg-degan takut pas mba maria kirim trus aku pas gk bisa masukin ke postingan blogger krna harus kemana gitu...syukurnya hari itu aku lumayan bebas :D
      Terimakasih yaa sudah berkontribusi di blogku :)

      Delete
  5. Menemukan teman yg hobinya sama itu ngefek banget buat aku. Dulu aku ga ada target berapa lama harus selesai baca buku, tapi dgn adanya BBI ini semakin tercambuk buat baca lebih banyak, lebih sering dan lebih cepat, apalagi timbunan semakin cepat tinggi aja

    ReplyDelete