Friday, May 6, 2016

[Review] From Mixed-Up Files of Mrs. Basil E. Frankweiler

Title: From the Mixed-Up File of Mrs. Basil E. Frankweiler
Author: E.L. Konigsburg
Publisher: Atheneum Books for Young Readers
Published: September 25th 2007 (first published 1967)
Pages: 176p
ISBN: 9781416949756
Newbery Medal Winner 1968
Gift from A.S Dewi


Marah pada orang tuanya, Claudia pun merencanakan kabur dari rumah. Rencana kaburnya disusun dengan matang untuk menjamin ia tidak perlu mengalami kesulitan apalagi ketidaknyamanan. Ia pun memilih Jamie, adiknya, untuk menemaninya karena Jamie bisa menyimpan rahasia, serta punya cukup tabungan yang akan mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Claudia adalah pembuat rencana yang hebat namun sulit mengatur pengeluarannya, sedangkan Jamie mahir dalam mengelola keuangannya. Kombinasi yang pas. Melarikan diri dari rumah di Greenwich, Claudia memilih tempat yang akan nyaman ditinggali, besar dan cantik, Metropolitan Museum of Art, New York.

Setelah berhasil masuk selayaknya pengunjung lainnya ke dalam Museum, Claudia dan Jamie mendapati sebuah patung berbentuk Malaikat yang baru saja dibeli oleh pihak Museum dan diklaim buatan Michelangelo. Sayangnya belum ada bukti kuat yang meyakinkan bahwa patung ini benar hasil karya Michelangelo, sebuah tantangan yang disambut manis oleh Claudia yang rasa ingin tahunya membuat Ia dan Jamie harus melakukan penelitian tentang Michelangelo dan bahkan mengunjungi Mrs. Basil E. Frankweiler, pemilik patung itu sebelum berpindah tangan ke Museum. Claudia yakin kalau ia berhasil mengetahui rahasia baru ini, ia akan pulang ke Greenwich sebagai Claudia yang berbeda, sesuatu yang bisa terus dibawanya bertahun-tahun akan datang. Jamie tidak peduli pada Michelangelo meskipun ia mengakui patung yang dilihatnya sangat cantik, tetapi sebaliknya bagi Claudia, penemuan ini bisa berarti menemukan sesuatu di dalam dirinya sendiri, sesuatu yang tidak pernah dimengerti oleh Jamie yang hanya bisa mengangguk-angguk saat mendengar kakaknya menjelaskan.

Kekuatan utama dalam cerita ini adalah hubungan yang dibangun antara Claudia dan Jamie. Karakter mereka masing-masing menjadi daya tarik utama untuk saya. Claudia berusia hampir dua belas tahun dan sangat mahir dalam observasi dan merencakan apapun, ia menikmati prosesnya serta selalu detail dalam segala hal. Adiknya, Jamie, berusia Sembilan tahun dan sangat cerdas bermain kartu (curang), terkadang cerewet, tapi juga bisa diandalkan menjaga rahasia walaupun kadang-kadang bisa bocor, mahir dalam mengatur keuangan tetapi selalu salah mengucapkan grammar, yang akan berakhir dikoreksi oleh Claudia dan memulai debat panjang mereka. Terlepas dari inti cerita di buku ini, saya sangat menikmati detail karakter Claudia-Jamie yang digambarkan oleh penulis lewat dialog mereka. Saya bisa membayangkan setiap scene bahkan ekspresi Jamie saat protes kalau kakaknya mulai mengkritik grammer-nya. Banyak bagian yang membuat saya ketawa lepas atau sekedar senyum-senyum sendiri, serta berharap bisa melihat ekpresi mereka di layar lebar. Selain itu, setting novel ini adalah Museum dan Museum itu berdiri di New York City, asik banget deh membayangkan mereka tinggal di dalam Museum, mandi di Fountain of the Muses, tidur di tempat tidur tua dari kayu oak dan berlapis sutra, yang berasal scene pembunuhan Amy Robsart, menikmati galeri asal Renaissance dan tinggal bertiga dengan patung buatan salah satu Sculptor terkenal dari zaman High Renaissance. Such an adventures you want for yourself huh?

Setelah buku ini terbit, banyak anak-anak yang mengunjungi Metropolitan Museum of Art sambil bertanya tentang semua tempat dan segala hal yang dialami oleh Claudia dan Jamie di dalam Museum. Kesulitan menjawab semua pertanyaan, akhirnya pihak Museum mengeluarkan sebuah panduan berjudul The “Mixed-Up Files” Issue untuk menjawab Frequently Ask Questions. Panduan ini bisa jadi pendamping yang tepat untuk menikmati buku ini dan bisa di-download disini

No comments:

Post a Comment