Showing posts with label American Author. Show all posts
Showing posts with label American Author. Show all posts

Friday, May 4, 2018

[Review] The Daniel Dilemma by Chris Hodges


Title: The Daniel Dilemma
Author: Chris Hodges
Publisher: Thomas Nelson
Published: October 17th 2017
Page: 288p
ISBN: 9780718091538

Daniel adalah salah satu orang Yahudi yang ditangkap oleh Raja Nebuchadnezzar, ketika ia mengalahkan Yerusalem, dibawah pemerintahan Raja Yoyakim. Sebagai keturunan Raja Yahudi, Daniel dinilai cakap dan tidak bercela, sehingga Ia dibawa untuk menjadi tahanan yang melayani Raja. Melayani Raja menuntut full submission, mengorbankan nilai-nilai pribadinya, Ia diwajibkan untuk mengikuti budaya orang Babel pada saat itu, dan menyembah Raja seperti layaknya Dewa. Daniel menunjukkan kualitas pengetahuan dan karakter yang outstanding melebihi generasi dimasanya, sehingga Ia mendapat kedudukan dalam pemerintahan Raja, bahkan Ia melayani sampai beberapa penerus Raja Nebuchadnezzar. Namun perjalanan hidup di Babel tidak mudah. Banyak hal yang dititahkan oleh Raja bertentangan dengan prinsip hidup Daniel, sehingga Ia pun tidak segan-segan menolak titah Raja, atau tetap melakukan hal-hal yang dilarang oleh Raja. Hal ini membawanya menjalani salah satu hukuman paling terkenal, bahkan anak-anak sekolah minggu pun tahu betul kisah ketika Daniel dilemparkan ke dalam kandang singa lapar.

Friday, October 27, 2017

[Review] Origin by Dan Brown

Title: Origin
Author: Dan Brown
Publisher: Doubleday Books
Published: October 3rd, 2017
Page: 461 pages
ISBN: 9780385514231

Hello Robert Langdon, we meet again, nice to see your Mickey Mouse watch again J

Memenuhi undangan salah satu murid terbaik, sekaligus sahabatnya - Edmond Kirsch - Robert Langdong hadir di Museum Guggenheim, Bilbao Spanyol, bersama beberapa undangan lainnya. Dan Brown dengan gaya khasnya menuntun pembaca mengenali salah satu museum dengan bentuk yang sangat menarik itu, mulai dari cara berbagai karya seni ditampilkan, sampai tour guide yang berupa Artificial Intelligent, bernama Winston. Winston berespon layaknya manusia yang menggunakan headset dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Langdon dengan sangat humanis. Winston pun bisa melakukan pekerjaan sehari-hari seperti membayar listrik, pemesanan tiket pesawat, akomodasi untuk Langdon, dan apa saja yang diperintahkan oleh tuannya, Edmond Kirsch. Inilah pertemuan pertama Langdon dan Winston yang nantinya akan mengambil peran sangat besar dalam petualangan Langdon. Tujuan pertemuan hari itu untuk mendengarkan hasil penelitian Kirsch yang akan menjawab dua pertanyaan besar manusia,

where do we come from?
where are we going?

Edmond Kirsch adalah seorang futurist dan computer geek yang terkenal dengan temuan-temuan kontroversial, konon memprediksi beberapa hal yang seiring berjalannya waktu terbukti kebenarannya. Membaca gambaran tentang Kirsch, memunculkan nama-nama besar seperti Elon Musk, Steve Jobs dan Jeff Bezos yang ditambah dengan bumbu karakter eksentrik, kecintaan pada seni, dan rasa penasaran berlebih tentang keberadaan Tuhan. Tipikal scientist yang ingin membuktikan Darwin lebih benar dari pada segala hal yang tertulis dalam kitab suci. Selain berbicara langsung pada tamu yang hadir di Guggenheim, Kirsch pun menyiarkan temuannya ke seluruh dunia melalui live streaming yang tentu saja dibantu oleh Winston. Kirsch ingin memaksimalkan efek dari setiap kata-katanya, yang disebutnya mampu menggoyahkan landasan kepercayaan agama apapun. Namun belum juga sampai pada inti jawaban yang ditunggu-tunggu, Kirsch ditembak oleh Admiral Avila, yang namanya didaftarkan paling akhir oleh Ambra Vidal, direktur Museum Guggenheim, penyelenggara acara, sekaligus tunangan dari Pangeran Spanyol, Julian.

Wednesday, May 17, 2017

[Review] Moloka'i by Alan Brennert

Title: Moloka’i
Author: Alan Brennert
Publisher: ST. Martin’s Griffin
Published: October 4th 2004
Page: 405
ISBN: 9780312304355

First of all I want to address the author, nice to meet you Mr. Alan Brennert! This is our first meeting and I can say that you’ve done an amazing job. I smile and weep several times during my reading, especially when the main character coped with grief and loss or when she expressed courage during difficult times.

Kisah ini dimulai tahun 1891 saat karakter utama, Rachel Kalama, berusia tujuh tahun. Rachel tinggal bersama keluarganya di Honolulu, Hawaii. Ayahnya, Henry Kalama, adalah seorang pelaut yang sering berpergian dan pulang ke rumah dengan berbagai hadiah untuk seluruh keluarga, Rachel adalah anak kesayangannya. Ibunya, Dorothy Kalama, adalah tipikal ibu rumah tangga yang hidupnya taat pada ajaran agamanya. Keluarga yang tampaknya harmonis ini, tiba-tiba terguncang ketika Rachel divonis mengidap Leprosy, penyakit yang saat itu sedang mewabah di Hawaii. Mengidap Leprosy tidak hanya membuat seorang pasien diasingkan ke koloni khusus di Kalaupapa, pulau yang terpencil bernama Moloka’i, tetapi juga berakibat reputasi keluarga yang buruk, dikucilkan oleh masyarakat dan kerap kali sulit mendapatkan pekerjaan. Leprosy adalah isu utama yang diangkat oleh penulis, isu yang mengeluarkan ketakutan terbesar seorang anak, kecemasan akan masa depan yang tak pasti, kerinduan pelukan ayah dan ibunya yang tak akan pernah terjawab, tetapi Leprosy bukanlah satu-satunya isu yang disentuh oleh penulis. Leprosy adalah wajah kematian yang menjadi latar historical dari novel ini, tetapi isu lainnya seperti kesepian, putus asa, kehilangan, rasa malu akan diri sendiri adalah isu yang sangat relevan dimasa apapun.

Tuesday, October 4, 2016

[Review] The Storied Life of A.J.Fikry by Gabrielle Zevin

Title: The Storied Life of A.J. Fikry
Author: Gabrielle Zevin
Publisher: Abacus (Kindle Edition)
Published: December 2nd, 2014
Page: 319p

I was losing my reading mood last week when I asked my friend to suggest a book that could bring back my reading lust, and that’s how I met this book. At first, Gevin talked about Amelia Lohan, a woman who works as a new book representative from Knightley Press and was traveling to Alice Island to meet the owner of Island Book, AJ Fikry. I could say that it took only few pages to get me liked this book, the following quote says it all and because it talked about book people.

“Every word the right one and exactly where it should be. That's basically the highest compliment I can give.”

AJ who lived alone since his wife died has no talent of starting good relationship with people around him. So he was mean to Amelia when they met for the first time. He is not a people person and his bitterness makes everything worse. The only friends he has were Lambiase and Ismay. Alice Island is a small neighborhood, so when something unusual happened in the bookstore, the whole town will know, and it happened like that when AJ found a baby left in his bookstore, two years old baby girl who suddenly changed AJ’s life.

Friday, May 6, 2016

[Review] From Mixed-Up Files of Mrs. Basil E. Frankweiler

Title: From the Mixed-Up File of Mrs. Basil E. Frankweiler
Author: E.L. Konigsburg
Publisher: Atheneum Books for Young Readers
Published: September 25th 2007 (first published 1967)
Pages: 176p
ISBN: 9781416949756
Newbery Medal Winner 1968
Gift from A.S Dewi


Marah pada orang tuanya, Claudia pun merencanakan kabur dari rumah. Rencana kaburnya disusun dengan matang untuk menjamin ia tidak perlu mengalami kesulitan apalagi ketidaknyamanan. Ia pun memilih Jamie, adiknya, untuk menemaninya karena Jamie bisa menyimpan rahasia, serta punya cukup tabungan yang akan mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Claudia adalah pembuat rencana yang hebat namun sulit mengatur pengeluarannya, sedangkan Jamie mahir dalam mengelola keuangannya. Kombinasi yang pas. Melarikan diri dari rumah di Greenwich, Claudia memilih tempat yang akan nyaman ditinggali, besar dan cantik, Metropolitan Museum of Art, New York.

Setelah berhasil masuk selayaknya pengunjung lainnya ke dalam Museum, Claudia dan Jamie mendapati sebuah patung berbentuk Malaikat yang baru saja dibeli oleh pihak Museum dan diklaim buatan Michelangelo. Sayangnya belum ada bukti kuat yang meyakinkan bahwa patung ini benar hasil karya Michelangelo, sebuah tantangan yang disambut manis oleh Claudia yang rasa ingin tahunya membuat Ia dan Jamie harus melakukan penelitian tentang Michelangelo dan bahkan mengunjungi Mrs. Basil E. Frankweiler, pemilik patung itu sebelum berpindah tangan ke Museum. Claudia yakin kalau ia berhasil mengetahui rahasia baru ini, ia akan pulang ke Greenwich sebagai Claudia yang berbeda, sesuatu yang bisa terus dibawanya bertahun-tahun akan datang. Jamie tidak peduli pada Michelangelo meskipun ia mengakui patung yang dilihatnya sangat cantik, tetapi sebaliknya bagi Claudia, penemuan ini bisa berarti menemukan sesuatu di dalam dirinya sendiri, sesuatu yang tidak pernah dimengerti oleh Jamie yang hanya bisa mengangguk-angguk saat mendengar kakaknya menjelaskan.

Tuesday, December 15, 2015

[Review] The Magic String of Frankie Presto by Mitch Albom

Title: The Magic String of Frankie Presto
Author: Mitch Albom
Publisher: Harper Collins
Published: November 10, 2015
Pages: 512p
ISBN: 9780062294418
Bought at periplus.com

“Everyone joins a band in this life. You are born into your first one. Your mother plays the lead. She shares the stage with your father and siblings or perhaps your father is absent, an empty stool under a spotlight. But he is still a founding member, and if he surfaces one day, you will have to make a room for him. As life goes on, you will join other bands, some through friendship, some through romance, some through neighbourhoods, school and army. Maybe you will all dress the same, or laugh at your own private vocabulary. Maybe you will flop on couches backstage, or share a boardroom table, or crowd around a gallery inside a ship. But in each band you join, you will play a distinct part, and it will affect you as much as you affect it– p19

Musik menceritakan kisah ini. Musik memberikan dirinya kepada Frankie Presto dan melihat perkembangan dirinya lewat hidup Frankie Presto. Albom tidak pernah jauh-jauh dari kematian, seperti bukunya yang lain, Albom pun berangkat dari kematian. Frankie Presto meninggal diawal buku, lalu Albom, lewat kata-kata Musik membawa pembaca menyimak perjalanan hidup Frankie Presto, sejak ia dilahirkan sampai ia mencapai usia tua, maju dan mundur, pembaca perlu mengikuti plot yang dibangun oleh Albom. Fransisco Tarrega dan karyanya Lagrima menjadi perkenalan pertama Frankie Presto dengan musik meskipun ia belum bisa mengingat setiap melodinya. Carmencita humming Lagrima disela-sela napas terakhirnya ketika melahirkan Frankie Presto didalam tekanan Gereja yang sedang dibakar dan disaksikan oleh seorang suster yang kemudian ia percayai untuk menjaga anaknya.

Thursday, September 17, 2015

[Review] Under the Egg by Laura Marx Fitzgerald

Title: Under the Egg
Author: Laura Marx Fitzgerald
Publisher: Puffin Books
Published: May, 26th, 2015
Pages: 256p
ISBN:  9780142427651

“Only two people know about the masterpiece hidden in the Tenpenny home - and one of them is dead. The other is Theodora Tenpenny. 

When Theo spills a bottle of rubbing alcohol on her late grandfather's painting, she discovers what looks like a priceless masterpiece underneath. That's great news for Theo, who's struggling to hang on to her family's two-hundred-year-old townhouse and support her unstable mother on her grandfather's legacy of $463. There's just one problem: Theo's grandfather was a security guard at the Metropolitan Museum of Art, and if the painting is as valuable as she thinks it is, then her grandfather wasn't who she thought he was”

It wasn’t ordinary for me to step into a bookstore and bought a  book I barely heard before. First, I used to look on Goodreads or read my friend’s review to make a decision for buying a book. Because in my opinion, it is not wise to spend this very short time of life to read something not good enough, of course the standard will be diverse for different person. So, based on that principal, this book was quite surprised me because I love it from the very first time I saw it although I never heard of it. The cover mentioned about puzzling, mystery, art and hidden masterpiece gave a glimpse of hope for a good story inside it and I can tell that it’s not disappointing.

Friday, July 31, 2015

Al Capone does My Shirt by Gennifer Choldenko

Title: Al Capone Does my Shirt
Author: Gennifer Choldenko
Publisher: Printed Edition by Puffin Books
Published: April 2006
Page: 288p
ISBN: 9780142403709
I read kindle ebook edition, bought from Amazon $7.70

Lagi-lagi saya membaca buku anak/remaja atas usulan list buku yang ada di Escape from Mr. Lemoncello’s Library, yang ternyata pas dengan tema posting bersama BBI di bulan juli tentang kenakalan anak. Membaca buku anak itu menyenangkan, karena sekali duduk bisa selesai, temponya cepat dan cenderung ringan untuk dinikmati. Kebetulan seorang teman bookish yang juga lagi baca buku ini ngasih sedikit sinopsis tentang isi buku dan bingo saya pun tertarik mencari tahu tentang kisah Moose yang tiba-tiba harus hidup di Alcatraz. Melihat judulnya yang membawa-bawa nama salah satu American gangster, Alphones Gabriel Capone a.k.a Al Capone, saya pikir buku ini tentang thriller remaja, tetapi justru saya menemukan historical fiction ringan yang dibalut kisah keluarga.

Tuesday, July 14, 2015

[Review] Number the Stars by Lois Lowry

Title: Number the Stars
Author: Lois Lowry
Publisher: HMH Books for Young Readers
Published: May, 2nd, 2011
Page: 156p
ISBN: 9780547577098
1990 Newbery Medal Winner

Membaca beberapa buku tentang pendudukan Nazi di negara-negara Eropa membuat gambaran tentang penderitaan masyarakat Yahudi menjadi sangat jelas dikepala saya. Banyak penulis dengan gamblang mendeskripsikan betapa sadisnya perlakuan tentara jerman terhadap orang-orang Yahudi, Komunis, warga Polandia, tawanan perang soviet, homoseksual, dan musuh politik dan keagamaan lainnya. Setiap buku itu menggambarkan kesedihan mereka, kematian begitu banyak orang, kehilangan orang-orang terdekat mereka, dan terlalu banyak penderitaan yang ditanggungkan pada seseorang di masa itu. Bahkan buku seperti Anne Frank pun mendeskripsikan ketakutan mereka yang terus berkembang setiap hari seiring dengan semakin gencarnya Nazi mencari orang-orang Yahudi untuk dibawa ke kamp konsentrasi. Kali ini, saya membaca kisah dari masa yang sama, tema yang sama, tetapi diceritakan melalui kacamata Annemarie yang masih berusia 10 tahun yang tinggal bersama kedua orang tuanya di Denmark. Lowry mengatakan cerita ini adalah fiktif, tetapi dibagian akhir dia pun menjelaskan keberadaan kisah nyata dibalik kisah ini, bagaimana dia berjalan-jalan di jalanan Denmark dan mendengarkan begitu banyak kisah tentang keberanian orang Denmark yang membantu ribuan orang Yahudi keluar dari Denmark menuju Sweden.

Monday, July 6, 2015

[Review] The Circle by Dave Eggers

Title: The Circle
Author: Dave Eggers
Publisher: Knopf
Published: October 8th, 2013
Page: 508p
ISBN: 9780385351393
Borrow from Astrid Lim

First of all, I should say that this isn’t just a normal book review, but this is going to be a campaign, because the idea in this story cause an extreme fear within me that I hope will not going to happen in the real world. For that, I hate most part of this book, the part when the author drives me crazy to know the end of the story. But he also gave me a warning about what could happen in the future with the innovation of technology. Our future could become something terrifying.

[Review] Escape from Mr. Lemoncello's Library by Chris Grabenstein

Title: Escape from Mr. Lemoncello’s Library
Author: Chris Grabenstein
Publisher: Yearling Adventure
Published: June 24th 2014
Pages: 336p
ISBN: 9780307931474

Books.  Library.  Puzzle.

I love each one of them. How about combining them into a story? It would be fascinating and Chris Grabenstein successfully did it through this 336 pages. I am thrilled about how Chris put all things together in an ingenious way. Kyle Keeley is 12 years old and crazy about games especially anything that came out from Mr. Lemoncello’s imagination factory. He grew up with them and everyone in the family loves it. So when he heard about Alexandriavilles’ new public library that Mr. Lemoncello’s was helping build, he was so excited to see the place. In addition to the good news, he found out about the library lock-in event for the winner of essay competition “Why I am Excited about the New Public Library”. Mr. Lemoncello will pick twelve 12 years old kids as winners and they will get to go to the library lock-in on friday night and spend the night in the new library before anyboday else gets to see the place. Are you picturing it now? A night surrounded by books in a marvelous library designed by the famous game maker ever? Sound interesting huh?! And for a mysterious reason, Kyle won.

Monday, March 16, 2015

[Review] Pompeii by Robert Harris

Title: Pompeii
Author: Robert Harris
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Published: September 2009
Pages: 392p
ISBN: 9789792249446

Robert Harris adalah salah seorang penulis yang membuat sejarah sangat menarik untuk dinikmati. Konon sejarah adalah topik membosankan untukku yang semasa sekolah belajar sejarah dengan metode mencatat isi buku tanpa memahaminya. Kali ini Robert Harris mengenalkanku pada salah satu peristiwa gunung meletus sekitar tahun 79 M yang menelan kota Pompeii di daerah pemerintahan Romawi kuno. Pompeii merupakan salah satu kota di daerah teluk Naples yang berkembang dengan sangat mewah untuk orang-orang terkemuka pada masa Romawi kuno. Di kota Pompeii, orang-orang kaya menghabiskan waktu mereka di ampiteater, cafe, permandian air panas, rumah pelacuran dan resort-resort mewah. Kota yang dilengkapi dengan port pelabuhan ini diapit oleh beberapa kota lain dengan sistem pengairan yang sangat komplex dan saling terhubung satu sama lain.

Friday, January 30, 2015

[Review] The Clockwork Three by Matthew Kirby [Guess My Santa]

Title: The Clockwork Three (Tiga anak dan satu jam)
Author: Matthew Kirby
Publisher: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Published: Jakarta, 2014
Pages:  448p
ISBN: 978-602-03-0815-9
Hadiah Buku dari Santa (BBI Secret Santa 2014)

"Teman-teman adalah komoditas yang sangat berharga. Kadang-kadang aku berpikir seharusnya aku mengumpulkan mereka lebih banyak" - Hannah

The Clockwork Three adalah kisah tiga orang anak yang hidup di kota yang sama, sebuah kota tua di Amerika yang punya pelabuhan, punya museum seni, punya cagar alam yang tidak kalah luas dibanding kota itu sendiri serta harta karun disuatu tempat, menanti untuk ditemukan. Tidak sulit membayangkan kota ciptaan Matthew Kirby ini, semudah mencium aroma petualangan yang sudah muncul sejak halaman pertama buku ini.

Giuseppe, seorang pengamen jalanan, menemukan sebuah biola hijau dengan lantunan suara yang menciptakan perasaan ajaib, membuat orang-orang merasa berbeda, sehingga memberinya lebih banyak uang. Giuseppe mulai bermimpi untuk pulang ke Italia, tempat dia diculik oleh tuannya, Stephano. Sampai suatu hari Stephano mengetahui keberadaan biola dan uang simpanannya, lalu berniat membunuhnya, Giuseppe pun melarikan diri dan berlindung di cagar alam McCauley.

Monday, June 2, 2014

[Review] The Giver by Lois Lowry

Title: The Giver
Author: Lois Lowry
Publisher: Laurel Leaf
Published: September 2002
Pages: 180p
ISBN: 9780440219071

Reading Dystopia were often frightened me, especially when I read the original version. I had difficulty to imagine what the authors were talked about. It was because they tended to use words that haven’t exist in my vocabulary (*wink, allow me to make some excuse). Therefore, when I started read the first page of this book, which according to Wikipedia is a Dystopia, I was happy because I found words that I could understand easily. It was very simple because The Giver was made for the young readers. 

[Review] Mr Penumbra 24-Hour Bookstore by Robin Sloane

Title: Mr. Penumbra 24-Hour Bookstore
Author: Robin Sloane
Publisher: Picador
Published: October 2013
Pages: 288p
ISBN: 978-1-250-03775-6

Bought at Changi Airport (SGD$18)

If you are a bookworm who loves code and mysterious underground fellowship and live your life very close to technology development, this book might be suited on your shelf. You might find yourself wondering about all the fact the author talked about, like I did, browsed all the details about google, about a framework that used to do  some work on data visualization. See, I couldn’t help myself to stop talking about all the details that for you might not be so catchy.

Thursday, March 20, 2014

[Review] The First Phone Call from Heaven by Mitch Albom

Title: The First Phone Call from Heaven
Author: Mitch Albom
Publisher: Sphere
Published: June 2013
Pages: 312p
ISBN: 978-1-84744-226-0
Bought at Asia Books (525 Baht)

Does heaven really exist? Some people keep asking some question like that. Why they so curious about something like that? Exist or not, does it really matters? Maybe people desperately want to believe something, something beyond us.

If you believe it, you don’t need prove” – page 280

This book begins with so many stories about different people lived in Coldwater, Michigan. It is a small city, so everybody knows each other. There is a military-pilot named Sully Harding who hadn’t expected the assignment to fly an airplane, so he got an alcohol a night before. The rule is you shouldn’t have an alcohol 12 hours before your duty. At the time he was about to land, he received incorrect instruction from ground control resulting a collision. Too bad, he’s wife that rushed to see what happened to him has a car crash of her own, hit by the ground control officer that on the way to escape from his mistake. Sully’s wife got totally injured, Sully pled guilty and sentence to prison because his blood report contained an alcohol and there is no flight recording that can prove his innocent. He’s wife died when he was in prison. After 10 months imprisoned, Sully changed into heartbroken, skeptical, atheist, and hopeless man, he tortures himself everyday with the same sentence “he wasn’t there” when his wife passed away.

Saturday, December 21, 2013

[Review] Skipping Christmas by John Grisham


Title: Skipping Christmas
Author: John Grisham
Publisher: Doubleday
Published: November 2001
Pages: 177p
ISBN: 0-385-50583-3
Bought at Brash Basah ($2.9)

John Grisham adalah salah satu penulis yang banyak menelurkan buku-buku fiksi berlatar politik hukum yang begitu banyak digemari. Sejak lama aku ingin berkenalan dengan buku-buku beliau, tetapi justru aku memulainya dengan sebuah buku yang tanpa embel-embel hukum sama sekali. Sebuah buku yang menurutku memiliki ide cerita aneh, unik tetapi touchy. Skipping Christmas adalah kisah menarik yang dibeberapa bagian menjengkelkan, lucu tetapi juga menyentuh.

Sejak awal, pembaca langsung diperkenalkan pada titik mula konflik. Luther dan Nora Krank melepas anak perempuan mereka, Blair, untuk menjalani 1 tahun di pedalaman Peru menolong masyarakat primitif disana. Dua puluh tiga tahun lamanya Blair selalu melewatkan Natal bersama-sama kedua orang tuanya, dan inilah pertama kalinya Luther dan Nora harus melewatkan Natal hanya berdua. Kepergian Blair pun menjadi titik hilangnya semangat mereka merayakan Natal. Luther bahkan berhasil menghitung kembali seluruh pengeluaran Natal tahun sebelumnya, dan mengutuk hal itu karena mendapati angka yang sangat besar yang menurutnya dihabiskan dengan percuma. Lalu munculah ide Skipping Christmas, toh Blair pun tak ada disamping mereka. Daripada mengeluarkan uang untuk Christmas, Luther mengajak Nora berlibur dengan kapal pesiar menuju Caribbean dan pantai-pantai lain selama 10 hari. Skipping Christmas berarti menolak semua hal yang biasanya menjadi kebiasaan mereka merayakan Natal, mulai dengan menolak tawaran untuk mengirim kartu Natal, tidak memasang pohon Natal, tidak menaikkan Frosty di atas rumah mereka, memberitahu teman-teman mereka bahwa tidak ada pesta Natal di rumah mereka, bahkan menolak ide charity for Christmas. Setiap hari mereka sibuk mengkhawatirkan Blair sambil menghindari seluruh tetangga yang menanggapi ide Skipping Christmas dengan mencibir. Hampir semua orang yang mendengar ide Skipping Christmas menghakimi mereka egois, ada yang menganggap mereka berbuat dosa, bahkan sampai memanggil reporter untuk mewawancarai mereka. Sikap semua orang ini membuat Luther dan Nora sedikit ketakutan, mereka seakan terkurung di dalam rumah mereka sendiri, kuatir jika keluar dan harus berhadapan dengan tetangga mereka atau lebih buruk lagi reporter.

Wednesday, December 11, 2013

[Review] On Christmas Eve by Ann M. Martin



Title: On Christmas Eve
Author: Ann M. Martin
Publisher: Scholastic Press
Published: October 2007
Pages: 160p
ISBN: 9780439745895
Bought at Brash Basah ($2)

 

In the place where I belong, when September begins, shopping center will play Christmas song almost every day, and every hour, red and green and gold ornaments will be hanging all over the place. Christmas tree is ready to be found, and the lights are sparkling in the night. It is the same air that Ann Martin was trying to describe in this book.

The main character of this story is a nine years old girl named Tess McAlister. She lives with her family (mom, dad and her sister-Evvie) in the edge of town. The benefit living in the edge of town is they can get their own Christmas tree without spending money; they just walk in to the woods near their house and saw a tree.

Thursday, October 31, 2013

[Review] Wonder by R.J. Palacio


Title: Wonder
Author: R.J. Palacio
Publisher: Atria
Published: September 2012
Pages: 430p
ISBN: 978-979-024-508-2


“Maukah kita membuat sebuah aturan baru dalam hidup...selalu berusaha untuk lebih berbaik hati dari yang seharusnya?” – hal 408


Ada yang pernah mengajarkan padaku tentang hubungan manusia, tentang salah satu kebutuhan dasar manusia supaya bisa bertumbuh adalah dengan membangun hubungan dengan orang lain. Dari hubungan tersebut munculah gesekan yang dapat menghasilkan panas dan menempa karakter seseorang, menjadi lebih kuat atau menyerah dengan keadaan. Itu adalah pilihan. Kondisi di sekitar tidak bisa kita atur, tetapi respon terhadap keadaan tersebut sepenuhnya dalam kontrol kita. August Pullman dilahirkan dengan kelainan genetika yang menyebabkan bentuk wajahnya berbeda dengan manusia pada umumnya. Keadaan ini, membuat anak-anak nakal terkadang tega menyebutnya Gollum, Alien atau Orc.
“Namaku August. Aku tidak akan menggambarkan seperti apa tampangku. Apapun yang kau bayangkan, mungkin keadaannya lebih buruk” – August Pullman.


Perasaan selalu diamati, ditatap dua kali oleh setiap orang yang bertemu pandang dengannya membuat August terkadang ketakutan dan sedih. Ia pun berusaha melatih dirinya untuk mengabaikan setiap tatapan ngeri yang diterimanya, hingga akhirnya ia menjadi terbiasa. Orang-orang di lingkungannya telah mengenalnya dan hal ini membuatnya mulai terbiasa, namun orang tuanya selalu memperlakukan dia seperti anak kecil bahkan setelah ia berusia 10 tahun. Isabel, ibunya selalu kuatir dengan perasaan August dalam setiap keadaan, sehingga cenderung sangat melindunginya dan justru membuat August tidak bisa menghadapi dunia dengan caranya sendiri. Namun Isabel akhirnya mengambil tindakan berbeda dengan meminta August untuk bersekolah di sekolah umum karena selama ini August belajar di rumah dengan bantuan ibunya. August pun serta merta menolaknya, karena ia merasa tidak bisa menghadapi tatapan ngeri terus menerus sepanjang hari dari teman-teman sekolahnya. Namun dengan pertimbangan-pertimbangan dari Ayah, Ibu dan Olivia, kakaknya, August pun mengambil tindakan berani untuk mencoba sekolah umum. Ia melakukan tour keliling sekolah sebelum sekolah dimulai dengan bantuan Mr. Tushman sebagai kepala sekolah. Mr. Tushman meminta bantuan beberapa anak, Julian, Jack dan Charlotte untuk menemani August mengenal sekolah barunya. Di kesempatan perkenalan pertama ini pun, August sudah dihadapkan dengan sikap jahat Julian, namun ia juga memperoleh Jack sebagai teman barunya. Pada saat sekolah dimulai, petualangan August menghadapi dunia pun ikut mulai. Hampir tidak ada orang yang mau duduk bersebelahan dengannya selain Jack, teman-temannya menganggap dia semacam wabah yang akan menular jika disentuh. Waktu makan siang, ia harus duduk di meja sendirian sementara semua orang berbisik-bisik di sekitarnya, namun saat ini pun ia memperoleh teman lain bernama Summer, seorang gadis cantik yang datang menghampirinya duduk makan siang bersama dan sejak saat itu mereka terus makan bersama. August mulai belajar menghadapi dunia yang semula dihindarinya. 

Wednesday, October 16, 2013

[Review] In the Time of Butterflies by Julia Alvarez


Title: In the Time of Butterflies
Author: Julia Alvarez
Publisher: Serambi
Published: Oktober 2012 (Cetakan 1)
ISBN: 978-979-024-389-7
Borrowed from MasTez


“Melalui novel ini, Julia Alvarez membawa kita ke suatu tempat yang belum pernah kita kunjungi..dan menggugah kita dengan cara yang mengejutkan” – The San Diego Union-Tribune

Anda pernah mendengar kisah Las Mariposas – para kupu-kupu dari Republik Dominika? Ini adalah kisah perjuangan para kupu-kupu. Tidak..tidak..bukan hanya kisah perjuangan, namun juga kisah persaudaraan, keberanian dan rasa takut. Apa yang diharapkan dari sebuah rezim diktator? Penderitaan bagi mereka yang berani beda pendapat atau hidup tenang dalam awan gelap bagi mereka yang menurut dengan patuh? Sayangnya para kupu-kupu memilih hal yang pertama. Kisah ini berlangsung sekitar tahun 1950 sampai 1960, namun diceritakan kembali dari tahun 1994 oleh seseorang yang berhasil bertahan sampai masa itu.